Maju Pilkada, Adik Deru Tunggu Dukungan Parpol

Maju Pilkada, Adik Deru Tunggu Dukungan Parpol
Anggota komisi II DPRD Sumsel Hj Meilinda. FOTO:TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF B ROHEKAN

TRANSFORMASINEWS, PALEMBANG.  Setelah melakukan diskusi bersama keluarga besarnya, adik kandung Bupati OKU Timur Herman Deru yaitu Meilinda, menyatakan siap maju dalam Pilkada di Kabupaten OKU Timur pada 9 Desember mendatang.

Kepastian Meilinda meramaikan Pilkada OKU Timur, setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatakan, Pasal 7 huruf R UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Perubahan UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali kota bertentangan dengan Pasal 28 J ayat (2) UUD 1945.

“Iya (maju), tinggal nunggu dapat partai atau tidak nantinya,”kata Meilinda, Senin (20/7/2015).

Menurut anggota DPRD Sumsel dari fraksi Nasdem ini, selain menunggu kepastian dari dukungan Parpol, ia juga masih menunggu restu dari sang kakak, yang sekarang menjabat sebagai orang nomor satu di OKU Timur.

“Selain menunggu kepastian partai, ada satu hal lagi yang saya tunggu, keikhlasan abang (Herman Deru). Sebab ragu kalau abang nggak ikhlas, sama saja aku bunuh diri, “ujarnya.

Diterangkan Meilinda, meskipun waktu pendaftaran pasangan bakal calon kepala daerah (Balonkada) tinggal sepekan lagi, dirinya bersama tim hingga saat ini sedang melakukan lobi-lobi, agar mendapatkan perahu politik.

“Rencananya PDI Perjuangan sama PKS, tapi blum deal, masih dilakukan komunikasi politik,”ujarnya.

Dengan belum adanya dukungan parpol secara resmi, dirinya belum berani melakukan sosialisasi ke masyarakat, meskipun dirinya sudah siap bertarung untuk menjadi Bupati OKU Timur periode 2015-2020.

“Saya belum berani pasang baleho ataupun alat peraga lainnya, kalau belum ada kepastian partai pengusung dan pendukungnya,”beber Meilinda.

Mengenai pendamping (pasangan) dalam Pilkada nanti, Meilinda sendiri belum bisa memastikan, karena Parpol memiliki kebijakan sendiri, meskipun dirinya sudah ada kandidat tersendiri, cuman saat ini belum saatnya dibuka secara umum.

“Kalau usulan keluarga, adalah Faisal Habibur, tapi kebijakan Parpol berbeda-beda, biasanya kalau didukung PDI Perjuangan wakilnya harus kader PDI Perjuangan,”tuturnya.

Dilanjutkan Meilinda, jika dirinya resmi mencalonkan diri sebagai calon kepala daerah, ia akan melepaskan posisinya sebagai wakil rakyat.

“Kalau soal mundur dari anggota dewan sudah saya pikirkan, dan mundur itu sudah pasti, kalau jadi nyalon,”tukasnya.

LAPORAN:ARIEF B ROHEKAN

SUMBER:TRIBUNSUMSEL

POSTED BY: Amrizal Aroni