Insiden Langkawi, Tim Jupiter Gemar Bikin Atraksi Berbahaya

JUPITER3

Tim Aerobatik TNI-AU Jupiter dari Indonesia menunjukkan aksinya dalam Singapore Airshow, (13/2). REUTERS/Edgar Su

TRANSFORMASINEWS, JAKARTA.– Dua pesawat dari Tim Aerobatik Jupiter mengalami kecelakaan di Bandara Internasional Langkawi, Malaysia, Minggu siang, 14 Maret 2015, pukul 14.00 waktu setempat. Kedua pesawat bersenggolan saat mengikuti latihan akrobatik di udara menjelang acara Langkawi International Maritime & Aerospace Exhibition (LIMA) I.

Kepala Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia Mayor Jendral Fuad Basya mengatakan empat awak selamat dalam insiden tersebut. “Mereka hanya mengalami luka ringan, tapi detailnya saya juga belum meng-update,” kata Fuad kepada Tempo, Minggu, 15 Maret 2015. Pameran LIMA bakal digelar di Bandara Langkawi, pada 17-21 Maret 2015.

Tim Jupiter memang terkenal dengan atraksi berbahayanya. Tim ini kerap memamerkan kemampuannya dalam perayaan ulang tahun TNI. Berbagai atraksinya antara lain: Jupiter Roll, Kite Barrel Roll, Clover Leaf, Arrow Head Loop-Break Off, Half Cuban-Jupiter Wheel, Tanggo To Diamond Loop, Leader Benefit, Mirror, Screw Roll, Heart, Roll Slide, dan Arrow Head Loop.

Pesawat aerobatik yang digunakan Tim Jupiter ada berbagai macam. Pada 1997, yakni saat awal pembentukannya, Tim Jupiter menggunakan pesawat HS Hawk Mk-53 buatan Inggris. Tambahan pesawat Hawk 109 dan F-16 Fighting Falcon menjadi andalan tim itu sejak 2001. Pesawat terbaru KT-1B Wong Be buatan Korea Selatan dipakai oleh Tim Jupiter pada 2011.

Berikut sejumlah formasi sulit dan mendebarkan yang biasa dilakukan oleh Tim Jupiter:

1. JUPITER ROLL

Biasanya muncul di awal penampilan. Formasi Jupiter Roll berlangsung cepat. Selama beberapa kali pesawat akan berputar 360 derajat. Titik formasi Jupiter Roll sering dilakukan di dekat panggung utama, yang biasanya ditempati presiden.

2. MANUVER CERMIN

Dua pesawat aerobatik Jupiter terbang bersama. Yang menegangkan keduanya terbang bersusun namun satu pesawat terbang terbalik. Formasi Cermin membutuhkan konsentrasi pilot karena sayap pelakang pesawat saling berdekatan.

Tim Jupiter akan melakukan satu kali manuver berputar lalu terbang vertikal kemudian menungkik ke bawah. Ketika sejajar dengan daratan pesawat akan berguling kemudian menungkik vertikal kembali. Dan diakhiri beberapa kali manuver terbang berguling.

3. KNIFE EDGE SPIN

Formasi ini andalan tim Jupiter. Penonton disuguhkan pesawat Jupiter seolah-olah mengalami kecelakaan karena mesin mati. Ketika pesawat bermanuver vertikal, tiba-tiba mesinnya mati. Pesawat seolah-olah benar mati dengan berguling ke arah bawah sambil mengeluarkan asap. Ketika mendekati daratan, seolah mesin pesawat kembali hidup pesawat langsung bermanuver searah daratan.

4. FORMASI ANAK PANAH

Sekitar enam atau empat pesawat Tim Jupiter akan membentuk anak panah yang saling berdekatan. Pemimpin berada paling depan dengan diikuti pesawat lainnya.
Dalam formasi Anak Panah, tim Jupiter akan terbang menanjak dengan cepat kemudian membuat lintasan vertikal. Supaya lebih indah, formasi Anak Panah sering diikuti keluarnya asap putih dari sayap pesawat.

5. DAUN SEMANGGI

Formasi ini cukup sulit. Tim aerobatik Jupiter akan terbang membentuk daun Semanggi seperti dua buah angka delapan. Pesawat akan bermanuver vertikal membentuk lingkaran kemudian terbang menukik membentuk lingkaran. Manuver itu dilakukan dua kali sebelum diakhiri manuver vertikal.

6. FORMASI BERTABRAKA (CROSS OVER BREAK)

Formasi bertabrakan menjadi formasi sulit lainnya yang biasa dilakukan tim aerobatik Jupiter. Dua buah pesawat dengan kecepatan tinggi akan saling berhadapan dari dua arah berbeda. Bagian yang menegangkan ketika pesawat seolah bertemu dan berguling untuk menghindari tabrakan. Pada formasi lainnya bisa dilakukan dengan empat pesawat saling terbang berguling menghindari tabrakan dan diakhiri manuver vertikal.

7. FORMASI PARASOL BREAK

Formasi ini biasanya tampil di akhir acara. Sebagai salam penutup lebih dari empat pesawat akan menukik ke arah daratan seolah menghujam bumi. Sebelum mencapai daratan pesawat bermanuver vertikal atau ke samping. Formasi penutup juga ditambahi kepulan asap dengan warna berbeda dari masing-masing pesawat.

Sumber: TEMPO.CO

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016