Dokter Wanda : Saya Bertugas Di Puskesmas Sumber Karena Kebutuhan

Dokter Wanda

Dokter Wanda dan dokter Tiar saat acara pertemuan yang di fasilitasi IDI Banyuasin

TRANSFORMASINEWS, BANYUASIN. Dokter Natasya Wanda Yuniza yang disebut sebagai Dokter PTT Siluman lantaran diduga tidak pernah bertugas di Desa Mekarsari Kecamatan Pulau Rimau Banyuasin dan tiba-tiba diangkat jadi CPNS akhirnya angkat bicara. Dokter Wanda yang biasa di sapa menjelaskan, jika dirinya bukanlah dokter siluman yang tidak pernah bertugas menjadi dokter PTT, justru dirinya sudah mengabdikan diri di wilayah eks transmigrasi tersebut sejak tahun 2010. “ Pada saat peresmian kemarin, saya dan enam dokter lainnya hadir, kami juga kemarin sudah antrian untuk menyalami Pak Bupati tapi karena yang dari belakang berdesakan jadi kami mundur dulu menunggu kondisi agak sepi, mungkin belum rejeki kami untuk bersalaman pada saat kami mendekat, pak Bupati keluar meninggalkan lokasi acara, “kata dokter Wanda membuka pembicaraan dengan wartawan di Klinik Dian Medica Jl Basuki Rahmat Palembang kemarin sesuai acara pertemuan yang di fasilitasi IDI Kabupaten Banyuasin dengan para dokter PTT Kabupaten Banyuasin .

Didampingi suaminya dr Mustiar Hakim, ibu dua anak ini menjelaskan jika dirinya bertugas di Puskesmas Sumber sejak masih berstatus tenaga kerja sukarela (TKS) pada tahun 2010. Dimana puskesmas ini baru di resmikan dan dirinya merupakan dokter pertama yang bertugas di Puskemas tersebut. Kemudian, pada Februari 2010, dirinya diangkat menjadi Dokter PTT dan berlanjut pada Juni 2011 diangkat menjadi dokter PTT pusat dengan lokasi tugas tetap berada di Puskesmas Sumber. “ Jadi saya dan suami saya dokter Tiar ini sudah lima tahun di Teluk Betung Kecamatan Pulau Rimau dan tidak pernah pindah ke daerah lain, anak saya saja sekolahnya di PAUD Teluk Betung Pulau Rimau, “kata Wanita kelahiran Medan 18 Juni 1985 ini.

Dijelaskan oleh dokter Wanda, memang pada saat pengangkatan menjadi Dokter PTT dirinya di tempat di Puskesmas Mekarsari berdasarkan Surat Keputusan Dinas Kesehatan Banyuasin, akan tetapi karena Mekarsari sudah ada dokter maka dirinya ditugasi di Puskesmas Sumber yang waktu itu belum ada dokter. “ Saya bertugas ke Puskesmas Sumber ini karena kebutuhan dan itu sesuai dengan instruksi dari Dinas Kesehatan. Saya ada surat penugasannya jadi bukan permintaan saya, tapi ini ada usulan Kepala Puskesmas Sumber yang kalah itu belum ada dokternya“tegasnya.

Artinya terang dokter Lulusan FK USU 2009 ini, dirinya diangkat menjadi CPNS bukan secara tiba-tiba melainkan sudah melalui proses yang sangat panjang dan mungkin ini buah kesabaran dalam menjalankan tugas yang mulia ini. “ Jujur saja saya sangat sedih sekaligus shok, makan tak enak tidur tak nyenyak mendengar kabar jika saya dikatakan dokter PTT siluman dan tidak pernah bertugas. Itu sangat keliru, karena saya sudah sejak tahun 2010 menjalankan tugas sebagai dokter PTT di Kecamatan Pulau Rimau ini,”katanya dengan raut muka sedih.

Ditambahkan Dokter Mustiar, jika informasi pengangkatan CPNS ini bukan berasal dari Dinas Kesehatan namun dirinya tau informasi ini dari seorang temannya sesame dokter. “ sekitar tahun 2012, saya di kasi tau teman sesama dokter, katanya ada Peraturan Pemerintah Nomor 56 tahun 2012 tentang pengangkatan dokter PTT menjadi CPNS. Waktu itu saya bersama dua orang dokter lainnya ke BKD Banyuasin menanyakan informasi tersebut, ternyata mereka belum tau dan disarankan pihak BKD untuk Dinkes, ternyata Dinkes juga belum tau kalau ada informasi pengangkatan tersebut, “katanya.

Karena ingin tau lebih jauh, terang Dokter Tiar akhirnya dirinya berangkat ke Jakarta untuk menayakan informasi itu ke Departemen Kesehatan. “ Saya berangkat dengan biaya sendiri, dengan hanya bermodalkan surat dari IDI Kabupaten Banyuasin untuk menanyakan informasi pengangkatan dokter PTT menjadi CPNS, “terangnya.

Sekitar tahun 2013 terang dokter Tiar, ada memo dari Menteri Kesehatan dan hal ini di sampaikan dengan Wakil Bupati pada saat IDI melakukan audensi. “ Waktu itu Wabub mintak Dinas menindaklanjuti, dan kita dimintak mengurus berkas dengan cepat takutnya ada perubahan peraturan lagi. Nah soal apakah ini di umumkan atau tidak saya tidak tau itu mekanisme dinas, jadi kawan-kawan jangan salahkan saya. Namun dari perberkasan itu terdatalah 11 orang dokter namun dalam prosesnya ada empat dokter mundur akhirnya tersisa tujuh dokter yang kemarin sudah diresmikan menjadi CPNS, “tandasnya.

Sumber: (DetikSumsel.com) .

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016