Barack Obama Tinggalkan Kenya Menuju Ethiopia

Presiden AS Barack Obama melambaikan tangan saat akan meninggalkan Bandara Internasional Jummu Kenyatta, Minggu 26 Juli 2015, setelah kunjungan kenegaraannya di Kenya selama 3 hari.

Presiden AS Barack Obama melambaikan tangan saat akan meninggalkan Bandara Internasional Jummu Kenyatta, Minggu 26 Juli 2015, setelah kunjungan kenegaraannya di Kenya selama 3 hari. (NationMediaGroup/Joan Pereruan)

TRANSFORMASSINEWS, NAIROBI. Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, menyudahi kunjungan kenegaraannya di Kenya selama tiga hari. Obama meninggalkan Kenya dari Bandara Internasional Jummu Kenyatta pada Minggu (26/7) setelah menghadiri pertemuan puncak ke-6 Global Entrepreneurship.

Menggunakan Air Force One, Obama lepas landas sekitar pukul 16.20 waktu setempat atau Minggu pagi waktu Indonesia. Ia selanjutnya akan mengunjungi markas besar Uni Eropa di Addis Ababa, Ibu Kota Ethiopia untuk membahas konflik Sudan Selatan.
Obama dilepas Presiden Kenya, Uhuru Kenyatta, yang didampingi sejumlah pejabat tinggi Pemerintahan Kenya.

Selama di Kenya, Obama banyak membicarakan masalah penting soal terorism, politik dan pemerintahan Kenya, pemberantasan korupsi, dan pemberdayaan kaum perempuan serta pemuda.

Tiba di Ethiopia, Obama Disambut Dingin

Mobil kepresidenan Barack Obama, The Beast.

Mobil kepresidenan Barack Obama, The Beast. (NBC)

Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, tiba di Bandara Internasional Addis Ababa Ethiopia untuk menjalani kunjungan kenegaraannya selama dua hari. Sebelumnya Obama melakukan hal yang sama selama tiga hari di Kenya. Ia bertolak dari Ibu Kota Kenya, Nairobi, Minggu (26/7) pagi.

Selama di Ethiopia, Obama dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden Ethiopia Mulatu Teshome dan Perdana Menteri (PM) Hailemariam Desalegn. Ia juga akan mengunjungi Markas Uni Afrika di Addis Ababa untuk membicarakan konflik Sudan Selatan.

Selain itu Obama akan membicarakan soal demokrasi dan hak asasi manusia. Obama menjadi Presiden AS pertama yang mengunjungi Markas Uni Afrika.

Berbeda dengan sambutan meriah di Kenya, penduduk di Addis Abbaa dingin menyambut kedatangan Presiden AS tersebut. Sejumlah warga menyatakan kunjungan Obama tidak berpengaruh banyak pada penyelesaian konflik di Afrika. Selain itu, kebijakan Obama yang pro gay mendapatkan tantangan keras dari warga setempat. Di Ethiopia yang konservatif, homoseksual adalah perbuatan ilegal.

Pengawalan terhadap Obama pun tak seramai dan seketat di Nairobi.

Ethiopia merupakan negara terpandang di Afrika karena berkembang dengan pesat bahkan pertumbuhan ekonominya mencapai dua digit. Ethiopia juga disebutkan sukses menggunakan dana pinjaman internasional dan sanggup meredam serangan militan Al-Shabab.

Andres Fatubun/AF/Nation/StandarDigitalNews/VOA

Sumber: BeritaSatu

Posted By: Amrizal Aroni

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016