Asosiasi Pertambangan Batu Bara (APBB) Provinsi Bengkulu, Kembalikan Kompensasi Jalan

ILUSTRASI: TRUCK PENGANGKUT BATU BARA SAAT MELINTAS DIJALAN RAYA BENGKULU

TRANSFORMASINEWS.COM, BENGKULU. Tak ingin ambil resiko hukum, akhirnya Asosiasi Pertambangan Batu Bara (APBB) Provinsi Bengkulu mengembalikan seluruh setoran kompensasi jalan ke seluruh perusahaan.

Sedikitnya ada Rp. 3,3 miliar lebih dana yang akhirnya dikembalikan. Pengembalian dilakukan kepada 11 dari 12 perusahaan yang terdaftar sudah memberikan setoran.

Besaran iuran yang sudah dikembalikan bervariasi. Terbesar Rp. 695,1 juta yang berasal dari PT Bara Inda Lestari. Sedangkan yang terkecil PT Bara Adhi Pratama sebesar Rp. 49,7 juta.

Sedangkan yang lainnya PT Inti Bara Perdana Rp. 614,9 juta dan PT Firman Ketahun Rp. 399,7 juta lalu PT Jambi Resources Rp. 262,5 juta serta PT Kaltim Global Rp. 359,9 juta dan PT Kusuma Raya Utama Rp. 487,5 juta.

Lalu PT Injatama Rp. 81,5 juta dan PT Bara Mega Quantum Rp. 56,2 juta serta PT Dinamika Selaras Jaya Rp. 132 juta, juga PT Bengkulu Bio Energi Rp .198 juta. Satu perusahaan lagi yakni PT Indonesia Riau Sri Avantika belum menyetorkan sama sekali.

Ketua APBB Provinsi Bengkulu, Bebby Husy mengakui bahwa pihaknya mengembalikan setoran kompensasi itu karena sesuai rekomendasi tim Saber Pungli dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dimana kompensasi tidak boleh dipungut sampai adanya regulasi atau aturan mengatur. Untuk itu pihaknya akan ikut berpartisipasi membangun Bengkulu melalui penyaluran dana CSR.

Rencananya Agustus ini akan dibahas besarannya. Sehingga hasilnya akan dihibahkan ke pemerintah daerah. Pengembalian juga untuk menghindari adanya opini yang tidak baik terhadap penggunaan dana yang sudah dikumpulkan. Untuk itu surat pemberitahuan ke pemerintah daerah melalui Dinas ESDM sudah disampaikan.

“Nanti kami akan ubah dalam bentuk CSR. Sebab selagi regulasi belum ada maka penarikan kompensasi tidak bisa dilakukan,” jelasnya. Sementara, Kadis ESDM Provinsi Bengkulu, Ir. H. Ahyan Endu mengakui tidak ada lagi penarikan setoran kompensasi penggunaan jalan.

Sampai aturan atau regulasi payung hukumnya belum ada. Pihaknya juga tidak akan menghambat proses pengapalan batu bara bagi perusahaan yang tidak menyetorkan kompensasi.

“Kini silahkan APBB yang mengelola uang itu apakah mau dikembalikan atau tidak. Pastinya pemprov masih menunggu regulasinya dulu. Untuk sementara pembatasan muatan tonase yang diberlakukan yakni maksimal 8 ton. Kemudian perusahaan tetap wajib membangun jalan khusus. Serta melintasi jalan yang sudah ditentukan rutenya,’’ pungkas Ahyan.

Daftar Penyumbang Kompensasi

  1. PT Inti Bara Perdana Rp. 614,9 Juta
  2. PT Bara Indah Lestari Rp. 695,1 juta
  3. PT Firman Ketahun Rp. 399,7 juta
  4. PT Jambi Resources Rp. 262,5 juta
  5. PT Kaltim Global Rp. 359,9 juta
  6. PT Kusuma Raya Utama Rp. 487,5 juta
  7. PT Injatama                         Rp. 81,5 juta
  8. PT Bara Mega Wuantum Rp. 56,2 juta
  9. PT Bara Adhi Pratama Rp. 49,7 juta
  10. PT Indonesia Riau Sri Avantika Rp –
  11. PT Dinamika Selaras Jaya Rp. 132 juta
  12. PT Bengkulu Bio Energi Rp. 198 juta

Total                                                             Rp 3,337 M

Sumber:Harianrakyatbengkulu (che)

Editor: Nurmuhammad

Posted by: Adim Transformasinews.com