
TRANSFORMASINES.COM, BENGKULU. Sudah cukup menahan-nahan realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bengkulu. Sudah saatnya mempercepat serapan anggaran dan program pembangunan. Bila tidak, akan banyak lagi “korban”.
Saat ini sudah banyak korbannya. Diantaranya saja 15 orang pemenang duta Bengkulu yang dijanjikan jalan-jalan ke Turki oleh Gubernur (nonaktif) Ridwan Mukti, sampai sekarang tak kunjung terealisasi. Lalu, minimnya fasilitas pelayanan pulik diantaranya Samsat Kota Bengkulu.
Belum lagi proyek infrastruktur yang mangkrak. Akibat serapan anggaran minim, sebesar Rp.500 miliar atau Rp.0,5 triliun APBD Provinsi Bengkulu tahun 2017 diprediksi akan menjadi silpa pada tahun 2018.
Selain akibat masih 152 paket proyek senilai Rp. 215 miliar belum dilelang, juga akibat tidak bisa dilanjutkannya proyek yang tersandung kasus operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sedikitnya ada 5 paket proyek yang distop dengan nilai Rp. 126 miliar.
Kemudian satu paket Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp. 42 miliar untuk pembangunan jalan di Enggano juga distop. Lantaran pemenang tender atau lelang bermasalah dalam mengerjakan proyek tahun 2016 lalu yang juga di Enggano.
Politisi PDI Perjuangan di DPRD Provinsi Bengkulu Helmi Paman, S.Sos meyakini akibat minimnya serapan anggaran, akan banyak APBD yang tidak terpakai alias ngendap di kas daerah.
Pasalnya untuk proyek yang belum dilelang dinilai tidak ada waktunya lagi. Sebab penggunaan anggaran tahun ini tinggal 4 bulan lagi. Disisi lain paket proyek yang ada di OPD masih banyak dan belum diserahkan ke Unit Layanan Pengadaan (ULP).
‘’Miris memang kita dua tahun terakhir ini. Pembangunan mandek, APBD tidak dijalankan. Terbukti silpa 2016 itu Rp. 434 miliar lebih.
Nah untuk tahun ini (2017, red) kita yakin masih bisa tembus Rp. 500 miliar. Selain anggaran fisik, yang non fisik banyak belum berjalan,’’ ujar Helmi Paman kepada RB kemarin.
Lanjut Helmi, dampak dari minimnya serapan, akan merugikan Bengkulu. Artinya setiap tahun akan mengalami pengurangan transfer dana dari pusat. Sebab dinilai tidak mampu merealisasikan anggaran.
‘’Ini sebenarnya akibat pejabat terlalu ketakutan. Harusnya mereka tidak boleh takut jika berjalan di rel yang benar. Terbukti banyak PPTK dan tim Pokja yang mundur. Ini tidak bisa dibiarkan, Plt Gubernur harus bertindak tegas. Sebab ini demi rakyat dan pembangunan di Bengkulu,’’ bebernya.
Sementara Plt Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu Oktaviano, ST, M.Si mengakui kalau dari total sekitar 150 lebih paket proyek di Dinas PUPR masih ada 60 paket lagi. Bahkan 10 paket yang belum sama sekali diserahkan ke ULP. Itupun semua anggaran cukup besar diatas Rp. 200 miliar.
‘’Kini yang sudah selesai dan jalan 7 paket di Dinas PUPR. Kemudian ada 11 paket jembatan dan beberapa paket di Ciptakarya belum dilelang. Akibat terkendala administrasi proses hibah. Selain itu ada beberapa paket yang masih proses hukum serta terkait OTT,’’ ujar Oktaviano.
Lanjutnya, untuk yang diproses hukum Kejaksaan seperti di Proyek Jalan Enggano Rp.42 miliar masih menunggu surat rekomendasi dari Kejaksaan.
Begitu juga dengan 5 paket proyek yang terkait kasus OTT. Yakni PT Rico Putra Selatan memenangkan tiga paket yakni Pembangunan/peningkatan jalan SP III Padang Guci – Air Kering – Padang Leban senilai Rp.10 miliar, Pembangunan jalan SP Kedurang – Keban Agung – Batu Ampar senilai Rp.28 miliar, serta proyek pembangunan/peningkatan jalan Kelutum – Simpang Pino senilai Rp.30 miliar. Total perusahaan Rico mendapat paket proyek senilai Rp.68 miliar.
Sementara itu, PT Statika Karya mendapatkan 2 paket proyek yakni pembangunan/peningkatan jalan Tes – Muara Aman/Air Dingin – Tes senilai Rp 40 miliar dan pembangunan /peningkatan jalan Curup – Air Dingin senilai Rp 18 miliar. Total Rp 58 miliar.
‘’Kini untuk keenam paket itu kami masih menunggu petunjuk dari Kejaksaan dan KPK. Apakah bisa dilanjutkan atau tidak. Sementara ini ditunda atau tidak ada kegiatan apapun sambil ada kepastian,’’ jelasnya.
Menurut Okta, pihaknya juga tidak mengintruksikan pemenang tender untuk berkerja. Sebab ada yang memang belum teken kontrak walaupun sudah ada rekanan yang mulai mempersiapkan pelaksanaanya.
‘’Semua surat untuk meminta petunjuk berkaitan proyek jalan yang ada kaitannya OTT dan pengusutan di Kejasaan sudah dilayangkan. Sampai sekarang belum ada balasanya,’’ demikian Okta.
PLT Gubernur (PLT) Bengkulu, Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, MMA
Plt Gub: Selesaikan Rewards ke Turki
Dibagian lain, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Dr. drh. Rohidin Mersyah, MM meminta kepada Plt Kepala Bappeda Provinsi Bengkulu yang baru, Noni Yuleti untuk segera menyelesaikan polemik sayembara essai ilmiah Duta Bengkulu yang saat ini menjadi sorotan publik.
Pasalnya hingga saat ini sebanyak 15 pemenang sayembara terus menunggu realisasi reward jalan-jalan ke Turki yang dijanjikan oleh Gubernur Bengkulu Non Aktif Ridwan Mukti pada pelaksanaan Pekan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN) pada 24-31 Juli 2016 lalu.
Menurut Rohidin, pada prinsipnya pemprov sangat menyetujui untuk segera direalisasikannya janji pemberian reward pada para pemenang tersebut, hal tersebut dibuktikan dengan telah dianggarkannya alokasi dana untuk rewards ini sebesar Rp. 700 juta pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017 ini.
“Pada prinsipnya saya setuju. Makanya saya minta kepada Kepala Bappeda agar dipelajari dan diteliti lagi program yang telah dilakukan tersebut, dan bagaimana mekanisme pencairan anggarannya, agar semua bisa berjalan dengan baik tanpa menimbulkan masalah baru,” jelas Rohidin.
Untuk itu Rohidin menegaskan kepada pihak Bappeda Provinsi Bengkulu, agar bisa segera mempelajari lagi program tersebut. Jangan sampai nantinya program ini menjadi masalah jika tidak segera dicairkan.
Selain itu juga dalam pencairan, diharapkan dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku, sehingga tetap memenuhi kaidah hukum yang berlaku.
“Saya minta pihak Bappeda Provinsi untuk mempelajarinya, dan secepatnya saya akan tunggu hasil dari persoalan ini,” tegasnya.
Diketahui, nama-nama pemenang sayembara PIRN tersebut adalah Suhendra L. Hardi (@hendracendekiadari – SMA IT Iqra’ Bengkulu), Afrizal M. Noordin (@nurdinafrizalm – SMA N 17 Makassar), Wasril Tanjung (@Was_riel – SMP IT Nurul Ilmi Jambi), Bagus Padma Negara (@Baguspadmajr – SMP N 1 Gianyar Bali), Sarah Nadia Azzahra (@sarahnadiaazz – SMP N 1 Lebong Bengkulu), Istiqlal NTB (@istiqlalPG – MAN Selong NTB), Anisa Sopiah (@anisasopiah08 – SMA N 5 Kota Bengkulu).
Kemudian Onny Vania (@onnyvania – SMAN 100 Jakarta), Oliva Keytimu (@oliva_keytimu – SMA YPPK YOANES 23 Merauke Papua), David Andrean (@DAndrean98 – SMAN Salatiga Jateng), Hadi Winata (@Hadiwinata_ – SMAN Palembang Sumatera Selatan), Dyaul Mu’sinat@ddyyyaaaa11 – SMA 1 Bulukumba Sulawesi Selatan), Hadi Winata @Hadiwinata_ – SMAN Palembang Sumatera Selatan), Dyaul Mu’sinat @ddyyyaaaa11 – SMA 1 Bulukumba Sulawesi Selatan), Tirzanoa Efratya M (@tirzanoaefratya – SMA N 24 Tangerang Banten), Sirajul Huda (@rajulmia1 – SMA N Unggul Aceh Timur), dan Pathur Rahman (@ParhurR – SMAN 1 Sumatera Selatan).
Sumber: Harianrakyatbengkulu.com (che/sly)
Editor: Nurmuhammad
Posted by: Admin Transformasinews.com
