Sejumlah Anak Yatim Gelar Tahlilan Saat Petugas KPK Geledah Rumah Airin

JAKARTA – Sekitar 10 anak dari yayasan anak yatim kawasan Cililitan mendatangi rumah Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, di Jalan Denpasar IV Nomor 35, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (3/10/2013) petang.

Mereka mengaku hendak menggelar tahlilan dan doa bersama. Mereka datang beberapa menit setelah belasan petugas KPK memasuki rumah tersebut untuk melakukan penggeledahan.

“Bukan pengajian, yah baca doa dan tahlil begitu. Kami diundang sama orang yang di sini. Kami biasanya ke sini setiap Senin dan Kamis, tapi tidak rutin, tergantung yang mengundang,” ujar seorang ibu yang memimpin rombongan anak yatim tersebut.

Seorang wartawan mengambil gambar rumah di Jalan Denpasar IV Nomor 35, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (3/10/2013). Rumah tersebut disegel KPK setelah sang pemilik rumah yang juga suami Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, ditangkap petugas KPK pada Rabu (2/10/2013) malam, dalam rangkaian Operasi Tangkap Tangan (OTT) Ketua MK, Akil Mochtar.

Seorang wartawan mengambil gambar rumah di Jalan Denpasar IV Nomor 35, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (3/10/2013). Rumah tersebut disegel KPK setelah sang pemilik rumah yang juga suami Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, ditangkap petugas KPK pada Rabu (2/10/2013) malam, dalam rangkaian Operasi Tangkap Tangan (OTT) Ketua MK, Akil Mochtar.

Sebelumnya, 13 petugas KPK mendatangi rumah Airin itu, yang juga menjadi lokasi penangkapan suaminya, Tubagus Chairy Wardana atau Tubagus Wawan, atas kasus dugaan suap kepada Ketua MK, Akil Mochtar. Rumah tersebut digeledah pihak KPK karena diduga terdapat barang bukti dari kasus suap sang pemilik rumah tersebut.

Ibu rombongan anak yatim tersebut mengaku tidak mengetahui bila rumah yang didatanginya ini tengah dilakukan penggeledahan oleh petugas KPK. Hal senada juga disampaikan oleh seorang dari rombongan anak yatim tersebut.

“Saya enggak tahu. Memang ada apa yah? Kok saya jadi takut begini,” ujar anak tersebut.

Setelah menunggu sekitar satu menit, seorang petugas keamanan rumah Airin membuka pintu belakang rumah. Ia mempersilakan rombongan anak yatim tersebut untuk masuk ke dalam rumah.

“Acara anak-anak ini tetap berjalan, enggak ada masalah karena enggak mengganggu,” ujar petugas kemanan rumah Airin itu.

Selain rombongan anak yatim itu, seorang pengatar makanan cepat saji ikut menyerahkan pesanan dari pihak rumah.

“Ini makanan untuk anak-anak ini,” imbuh petugas keamanan itu. (tribunnews)

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016