
TRANSFORMASINEWS, SEKAYU— Gelombang unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM bersubsidi terus terjadi. Kali ini puluhan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ekonomi Rahmaniah (STIER) Sekayu menggelar aksi penolakan di depan Gedung DPRD Muba, Senin (24/11).
Berdasarkan pantauan Sripo, Senin (24/11/2014) unjuk rasa diawali dengan membentangkan kain sepanjang sepuluh meter di halaman kampus, di kain berwarna putih tersebut mahasiswa beserta masyarakat membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk penolakan kenaikan BBM. Selanjutnya puluhan mahasiswa menggelar long march menuju gedung DPRD Muba, untuk menyampaikan aspirasi mereka, serta meminta anggota dewan turut serta menandatangani spanduk penolakan.
“Seharusnya pemerintah itu menaikkan harga karet yang saat ini terus turun dan membuat ekonomi petani semakin memburuk dan tidak menentu, bukan menaikkan harga BBM,” ujar Koordinaor Lapangan, Indra Kusuma
Sementara itu, anggota DPRD Muba, Aidil Fitri, mengatakan, pihaknya sangat mendukung upaya penolakan kenaikan BMM yang dilakukan oleh pemerintah. Menurut Ketua Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Muba ini, keputusan tersebut berpengaruh ke dalam berbagai bidang di kehidupan masyarakat.
“Kami sepakat dengan penolakan kenaikan harga BBM ini, kita akan teruskan tuntutan mahasiswa ini ke pusat, kerena kenaikan harga BBM ini sangat menyengsarakan masyarakat,”pungkasnya.
Sumber: SRIPOKU.COM
