JAKABARING – Pembukaan Islamic Solidarity Games (ISG) ke-3 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Minggu (22/09), mengambil tema Harmoni In Unity. ISG ke-3 kali ini diikuti 39 negara dengan 2.400 atlet; dan resmi dibuka Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, pada pukul 20.00 WIB. Padahal berdasarkan jadwal, acara dibuka Presiden RI pada pukul 19.00 WIB. Acara tersebut juga dihadiri oleh Istri Presiden RI Ani Bambang Yudhyono; Pangeran Arab; Sultan Brunai Darussalam; Ketua DPR RI; Menteri kesehatan Uni Emirat Arab; Menteri Kabinet Indonesia bersatu 2.
Sebelum dibuka Presiden, pada pukul 17.00 WIB, ditampilkan musik tradisonal dan penyanyi, paduan suara sekolah berprestasi. Kemudian pada pukul 19.30 WIB, Presiden RI disambut musik dan drum band. Selanjutnya, dinyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dimulai dengan peniupan terompet.
Coutdown ISG dimulai dari angka 5 turun ke angka 1 dan musik opening tune. Kemudian, penampilan theme song “One World” oleh Warna. Penampilan selanjutnya adalah parade atlet, berdasarkan urutan alfhabet negara. Pembukaan ISG dimulai dengan sambutan Menpora; Presiden ISSF; dan Presiden RI.
Sambutan Menpora, Roy Suryo mengatakan, terima kasih kepada Pemprov Sumsel yang telah mendukung ISG. Sebagai tuan tuan rumah, sesuai standar even internasional, dibentuk inasoc pusat dan daerah. Dia menuturkan, ajang ISG ini dapat menarik atlet negara anggota ISFF. “Kita memberikan penghargaan kepada Gubernur dan masyarakat, karena ini terselenggara dengan baik dalam waktu singkat,” katanya.
Dia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan para Menteri, panitia pusat dan daerah. “ISG siap dilaksanakan,” ucap Roy. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Presiden Islamic Solidarity Sport Federation, Nawaf Faisal Fah Abdul Aziz.
Selanjutnya, sambutan, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Dia mengatakan, selamat datang kepada peserta ISG, serta Presiden ISSF. “Indonesia bangga mendapat kepercayaan dari ISSF yang menunjuk Indonesia menjadi tuan rumah ISG,” ujarnya.
SBY menjelaskan, ISG kali ini mengambil tema Harmoni in Unity yang memiliki makna kebersamaan yang menyejukkan negara islam. Karena bisa mempererat hubungan silaturahmi negara Islam. “Kita berharap ISG ini dapat memperkuat persatuan dan perdamaian negara di dunia. Lepaskan perbedaan politik antar negara. Melalui ISG ini kita buktikan pada dunia, kalau umat Islam dapat bersatu. Kita bisa membuktikan kalau negara Islam bisa menciptakan perdamaian,” kata SBY.
Dalam kesempatan tersebut, SBY memberikan apresiasi kepada negara Mesir; Palestina; dan Suriah. “Saya sangat bangga, walaupun di negaranya sedang ada konflik, tapi bisa mengikuti ISG ini. Kehadiran atlet ini, kita syukuri. Kita berharap, solidaritas negara yang tergabung dalam OKI menjadi kuat untuk perdamaian,” paparnya.
Menurut SBY, seluruh atlet akan bertanding dengan gigih. “Saya yakin seluruh atlet bekerja keras tapi menjunjung sportivitas. Terakhir saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat Palembang yang dengan semangat menyambut ISG ini,” tandasnya.
Selanjutnya, prosesi kembang api sebagai penanda ISG 2013 resmi dibuka, dimulai dengan penekanan tombol laser oleh Presiden RI; didampingi Presiden ISSF, dan Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin. Acara selanjutnya, prosesi penaikan bendera ISFF oleh Paskibraka diiringi lagu mars ISSF; pengucapan dan janji atlet; dan dilanjutkan dengan doa bersama. Diakhir acara ada penampilan tari kolosal “Spirit Islamic Solidarity” tarian kolosal 3 sequence diikuti 300 pelajar, dan hiburan artis ibu kota. (palembang-pos)
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi
