PALEMBANG – Klaim Jamsoskes Rumah Sakit Muhammadiyah di tiga kabupaten kota di Provinsi Sumsel akan dibayar, namun sebagian pembayaran harus menunggu anggaran perubahan 2014. Demikian dikatakan oleh PLT Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, dr Fenty Aprina saat konferensi pers di Kantor Dinas Kesehatan Sumsel, Jl Madang Palembang, Senin (7/10/2013).
“Ada tiga Rumah Sakit Muhammadiyah yakni di Ogan Ilir, Banyu Asin dan di KOta PAlembang sendiri yang klaimnya belum dibayar. Untuk Kota Palembang akan segera dikucurkan kurang lebih dalam dua minggu lagi, untuk Kabupaten OI harus diaudit dulu sehingga bisa masuk diangaran perubahan tahun 2014, sedangkan untuk yang di Banyuasin akan masuk anggaran perubahan tahun 2013,” terangnya.
Fenty mengatakan bahwa pihak Pemerintah Provinsi Sumsel sudah mengerjakan seluruh kewajibannya dan keberatan jika itu dikatakan utang Pemprov Sumsel. Menurutnya yang salah itu adalah terlambatnya klaim yang dilaporkan dari pihak Rumah sakit ataupun dari Pemerintah Kabupaten/KOta sehingga tidak bisa dimasukkan ke Anggaran/anggaran perubahan.
“Pemprov Sumsel sudah mengerjakan kewajibannya, ini bukan hutang Pemprov Sumsel, klaimnya yang terlambat,” ujar Fenty.
Selain itu dikatakan Fenty, Di Rumah Sakit MUhammadiyah ada layanan lain yang sama seperti Jamsoskes, yakni Jamkesmas yang merupakan program dari pemerintah pusat. Pemerintah pusat juga belum membayar klaim Jamkesmas di RS Muhammadiyah. Hal ini lah ang makin memperperah kondisi finansial di rumah sakit MUhammadiyah sehingga tak mampu lagi melayani pasien Jamsoskes maupun Jamkesmas.
“Pemrintah pusat juga belum membayar klaim Jamkesmas di RS Muhammadiyah,” terangnya. (tribunnews)
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi