Jokowi Stand Up Commedy di Four Seasons

Jakarta  – Melihat gaya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo membeberkan berbagai persoalan dengan gayanya yang lugas apa adanya, membuat segenap tamu undangan, termasuk pemilik acara Sugeng Saryadi dan Fajroel Rachman terpingkal-pingkal.

Malam itu, Kamis (19/9), Joko Widodo alias Jokowi yang dianugerahi predikat “Tokoh Pemerintahan Terbaik di Indonesia oleh Soegeng Sarjadi School of Government (SSSG), di Garden Terrace, Hotel Four Seasons, Jakarta Selatan, didaulat memberikan kuliah umum.

Hadir dalam acara itu, antara lain peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat Anies Baswedan, pengusaha jamu Mooryati Soedibyo, Juru Bicara KPK Johan Budi dan pemerhati anak Seto Mulyadi.

Jokowi mengawali stand up commedy dengan mengomentari diri sendiri. “Perasaan saya, saya itu ganteng. Buktinya kemana-mana banyak yang ngajak foto bersama,” ucapnya, sekaligus menepis anggapan kalau dirinya bertampang ndeso.

Jokowi menerima karikatur dirinya selaku tokoh pemerintahan terbaik versi Soegeng Saryadi School of Government, di Hotel Four Seasons, Jakarta Selatan, Kamis (19/9) malam.

Jokowi menerima karikatur dirinya selaku tokoh pemerintahan terbaik versi Soegeng Saryadi School of Government, di Hotel Four Seasons, Jakarta Selatan, Kamis (19/9) malam.

Selain itu, Jokowi juga mengungkap pengalamannya waktu menjadi walikota Solo. Ajudannya gagah dan tampan. Maka setiap ada acara ajudan itu yang lebih disalami sama orang-orang. “Lama-lama nggak tahan saya, maka saya ganti dia dengan ajudan yang lebih jelek dari saya,” ucap Jokowi disambut tawa terpingkal-pingkal segenap tamu undangan.

Setelah itu, dalam acara yang sesungguhnya disebut kuliah umum itu, Jokowi banyak bercerita tentang relokasi pedagang kaki lima di Blok G, Tanah Abang. “Setelah pedagang masuk Blok G, urusan belum selesai. Persoalan selanjutnya adalah soal keluhan sepinya pembeli,” ucap Jokowi dengan gayanya yang membuat tamu undangan tertawa.

Fasilitas di Blok G pun ditambah. Termasuk gerai-gerai ATM. “Kita beruntung, wong banyak yang bantu. Misalnya Bank Indonesia, gaet bank untuk bangun ATM di situ. Sudah gitu lantai satu mau dibantu dirombak jadi food court supaya ramai,” terang Jokowi.

Bukan itu saja, supaya pembeli berdatangan ke Blok G, Pemprov DKI Jakarta pun menyiapkan door-prize mobil dan motor. “Mobilnya cukup mahal itu, berharga Rp 200-an juta,” tandas Jokowi.

Tiba-tiba ada tamu undangan nyeletuk. “Pakai mobil murah nggak, Pak?” Secara spontan, dengan gayanya yang khas Jokowi menyahut,” Mobil murah? Ngak, ndak, ndak.” Tamu undangan pun terpingkal-pingkal, termasuk Fajroel Rachman selaku Direktur Eksekutif SSSG yang duduk di deret kursi depan.

Bagi Jokowi, sarana transportasi massal yang nyaman, aman dan murah lebih dibutuhkan. Dengan begitu persoalan polusi dan kemacetan segera dapat diatasi.

Terlepas dari itu semua, gaya Jokowi memang benar-benar kocak. “Lewat deh, itu Stand up Commedy di televisi,” kesan Masinton Pasaribu yang mengaku melihat acara itu di Metro TV. (sayangi)

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016