Iran Sebut RI Mitra Strategis Selesaikan Isu Timur Tengah

Menlu Iran Javad Zarif. (Foto: Reuters) Menlu Iran Javad Zarif. (Foto: Reuters)

 

JAKARTA – Kunjungan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif ke Tanah Air ternyata tidak hanya membawa misi untuk menggandeng sejumlah kerja sama. Pertemuan yang dihelat bersama Menlu Marty Natalegawa juga menunjukkan satu sikap yang bisa dipelajari dunia dari Indonesia dan Iran.

“Upaya Iran dan Indonsia memerangi ekstrimisme atau mempromosikan sifat-sifat, sikap-sikap yang moderat terutama sebagai dua negara yang mampu menampilkan antara  demokrasi, Islam serta modernitas bisa saling berjalan bersama,” ujar Marty, di depan awak media di kantor Kementerian Luar Negeri, di Jakarta, Kamis (6/3/2014).

Menurut Menlu Zarif, Iran memandang Indonesia sebagai saudara yang saling mendukung dan berperan aktif forum regional dan internasional. Apalagi, tali persaudaraan kedua negara diperkuat dengan kesamaan memiliki jumlah penduduk yang mayoritas pemeluk Islam.

Di samping itu, Iran dan Indonesia juga membicarakan situasi kawasan. Baik itu di Asia Timur dan tenggara maupun di Timur Tengah. Iran juga menyebut Indonesia sebagai mitra strategis penyelesaian isu kawasan Timur Tengah, khususnya masalah Palestina dan Suriah.

Sekadar informasi, hubungan bilateral kedua negara sudah dibuka sejak 1950. Pada 2008 hubungan kedua negara semakin harmonis dengan diadakan kunjungan kenegaraan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Teheran.

Setelah kunjungan tersebut, Presiden Iran saat itu, Mahmoud Ahmadinejad melakukan kunjungan balasan dengan menghadiri Bali Democracy Forum pada 6 November 2012.

Tidak hanya saling balas kunjungan, bukti nyata kuatnya hubungan bilateral Indonesia dan Iran tergambar dari banyaknya kerja sama bileteral kedua negara yang sudah dicapai. Tercatat Indonesia-Iran sudah memiliki 53 dokumen kerja sama bilateral pada tingkat pemerintah (OKEZONE)

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016