TransformasiNews.com-Palembang,.Penyanyi “langganan” Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) Joy Tobing kembali tampil di acara resmi di daerah ini, Kamis (15/5). Seperti biasanya, ia tampil memukau.
Namun ada yang disayangkan pada Rapat Paripurna Istimewa XXI Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan, sekaligus puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Provinsi Sumsel ini.
Hingga akhir acara, penyanyi bernama lengkap Joy Destiny Tiurma Tobing yang menjadi penghibur tidak menyanyikan satupun lagu khas dari daerah Sumsel. Lebih aneh lagi. Dua dari tiga lagu yang dinyanyikan Joy tadi adalah lagu-lagu dari Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Dua lagu berbahasa Batak yang dilantunkan Joy di acara resmi dan sakral Provinsi Sumsel itu adalah tembang berjudul “Situmorang” dan “Alusia”.
Kejadian ini sangat disayangkan Ketua DPRD Provinsi Sumsel Periode 1999-2004 H Adjis Saif. Menurutnya, pada Peringatan HUT Provinsi Sumsel ini seharusnya acara dikemas dengan nuansa khas Provinsi Sumsel. Tak terkecuali lagu-lagu yang dibawakan. Semuanya lagu-lagu daerah Sumsel.
“Amat disayangkan. Ini, Peringatan HUT Sumsel. Semua pejabat, para anggota Dewan dan hadirin mengenakan pakaian khas Sumsel. Harusnya, semua acara dikemas dengan nuansa Sumsel. Termasuk lagu-lagunya. Kan, banyak lagu Sumsel?” tandas Adjiz.
Jika pun tidak bisa, lanjut Adjis, seharusnya disiapkan opsi. Tampilkan penyanyi lain. Tidak mesti penyanyi yang itu-itu saja. Apalagi artis Ibukota, tak sedikit ada yang berasal dari Bumi Sriwijaya. Kalau mereka ini yang tampil, pastinya dengan rasa bangga lagu yang dibawakan dari daerah asal mereka.
“Sedih! Pada peringatan HUT ini kan dihadiri banyak undangan. Ada gubernur dari daerah lain juga, harusnya dapat mempromosikan lagu khas kita,” sesalnya.
Sesal senada disampaikan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumsel H Ocktaf Riadi. Menurutnya, panitia penyelenggara harus bisa mengarahkan penyanyi agar dapat membawakan lagu-lagu Sumsel.
“Meskipun Joy orang Medan, dia harus tetap profesional. Banyak lagu Sumsel seperti Dirut, Cup Mak Ilang. Harusnya lagu-lagu itu yang dibawakannya,” sesal Ockta RMOLSumsel
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi