TransformasiNews.com, PALEMBANG – Indonesia yang menerapkan sistem demokrasi dalam pemerintahannya perlu memperhatikan keterlibatan masyarakat sebagai pemilih. Hal tersebut disampaikan oleh komisioner KPU RI Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Pengembangan SDM, Dr Ferry Kurnia Rizkiyansyah, SIP, MSi saat menghadiri acara KPU Goes To Campus di Universitas Sriwijaya (Unsri), Jumat (6/12/2013).
Ferry mengatakan, beberapa penyelenggaraan pemilu dari beberapa dekade mengalami penurunan siginifikan dari partisipan. “Pada masa orde baru, jumlah pemilih di seluruh Indonesia mencapai 95 persen. Angka tersebut menurun pada pemilu 2009 lalu, sekitar 75 persen. Ini merupakan suatu kekhawatiran, mengingat pada pemilu nanti akan ada penurunan angka lagi jika golput masih menjadi pilihan,” ujarnya.
Dia menambahkan, untuk itu jelang pemilu legislatif 2014 nanti KPU menargetkan setidaknya 75 persen suara nasional masih bisa dipertahankan.
“Bagus jika mengalami peningkatan, untuk itu kita sedang gencar melakukan sosialisasi terhadap masyarakat melalui KPU provinsi agar menggunakan hak pilih mereka,” ungkap mantan Ketua KPU Jawa Barat ini.
Ferry mengatakan, beberapa upaya telah dilakukan KPU untuk mengajak masyarakat agar berkontribusi pada pesta demokrasi tersebut, seperti berkomunikasi massa (tatap muka), komunikasi melalui media, dan jejaring massa seperti relawan pemilu.
Ferry juga coba membandingkan demokrasi di Indonesia dan negara lain seperti Amerika. “Amerika sendiri, sebagai pencetus negara demokrasi dalam setiap pemilunya pemilih tak lebih dari 60 oerseb. Artinya masyarakat Indonesia sudah mulai mengerti mengenai pentingnya memberi suara dalam pemilu,” ujarnya.
Disinggung mengenai penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) nasional, Ferry mengatakan jika KPU terus mengupayakan menyisir data dengan terus melakukan koordinasi pada KPU Provinsi. “Fit and Proper Test-nya akan kelar diperkirakan akhir Desember mendatang,” imbuhnya.
Pemilu legislatif 2014 sendiri diikuti oleh 12 parpol nasional dan 3 partai lokal di Aceh. Pelaksanaan pemilihan di dalam negeri jatuh pada tanggal 9 April 2014 dan untuk luar negeri dari tanggal 30 Maret s/d 6 April 2014 mendatang.(Sripoku.com)
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi