
TRANSFORMASINEWS.COM, BATURAJA. Diduga membawa kabur istri orang, Mu’alim (60) warga Desa Marta Jaya, Batumarta Unit VI, Ogan Komering Ulu (OKU), meregang nyawa lantaran dianiaya anggota keluarga perempuan yang dibawanya kabur.
Korban sempat dirawat intensif di RSUD Ibnu Soetowo selama kurang lebih dua jam. Namun, nyawa korban tak tertolong akibat luka memar di sekujur tubuhnya akibat dikeroyok pihak keluarga perempuan.
Informasi yang diterima fornews.co, Jumat (04/08), kejadian pengeroyokan yang menyebabkan kematian tersebut bermula ketika korban Mu’alim membawa RS, perempuan cinta terlarangnya kabur. Namun, keluarga RS yang sudah mempunyai suami tersebut tidak terima dan melakukan pencarian terhadap RS.
Setelah 23 hari lari dan bersembunyi akhirnya Mu’alim dan RS, ditemukan keluarga RS, di kawasan Kabupaten PALI, untuk kemudian dibawa pulang ke rumah keluarga RS, di Desa Belatung, Kecamatan Lubukbatang, OKU. Setelah sampai ke rumah Kamis (03/08), ternyata keluarga RS, sudah menanti kedatangan RS dan Mu’alim.
“Sekitar pukul 23.30 WIB, kita mendapatkan laporan dari warga Desa Belatung, yang mengatakan jika ada tindak pidana pengeroyokan di desa tersebut. Mendapati laporan itu, kami (polisi) langsung menuju ke lokasi. Benar saja, sampai di lokasi, kami sudah mendapati korban Mu’alim terkapar di jalan tak sadarkan diri,” ujar Kapolsek Lubukbatang AKP Samsu Rizal melalui Kanit Res Polsek Lubuk Batang Bripka Ibnu Salim, saat dikonfirmasi di kamar mayat RSUD Ibnu Soetowo, tadi pagi.
Ditambahkan Ibnu, saat itu korban masih hidup sehingga polisi langsung melakukan evakuasi terhadap korban dengan membawa korban UGD RSUD, untuk dilakukan tindakan dalam medis sekitar pukul 00.00 WIB.
“Saat di UGD korban masih menggerakkan tangannya. Tetapi, sekitar pukul 02.00 WIB saat korban dipindah ke ruang perawatan korban sudah tidak bergerak lagi, tapi denyut nadinya masih ada. Kemudian, sekitar pukul 02.30 WIB korban dinyatakan meninggal oleh pihak rumah sakit,” terangnya.
Ibnu juga mengatakan, jika mayat korban tadi pagi sekitar pukul 09.00 WIB telah diambil keluarganya untuk dilakukan pemakaman. “Hingga saat ini, kami belum bisa memastikan motif pengeroyokan tersebut. Karena, pihak korban belum membuat laporan secara resmi ke Polsek Lubukbatang. Namun, kami sudah menggali informasi dari berbagai saksi di lokasi kejadian,” pungkasnya.
Sumber: Fornews.co (gus)
Posted by: Admin Transformasinews.com
