Calon Penumpang Batavia Luapkan Kekecewaan

PALEMBANG – Sebanyak empat penumpang meluapkan kekecewaannya di depan loket Batavia Air Bandara International SMB II Palembang, Jumat (1/2/2013).

Rusnaini (34) salah seorang calon penumpang mengaku kesal dan terpaksa harus membeli tiket baru lagi ke airline lain.

“Kalau saya akan berangkat Sabtu (2/2/2013) sudah beli tiket Batavia Air bersama suami Rian Fuadi dan Nabil Rafi Fuadi (2). Kalau saya schedullenya besok 2 orang dewasa dan 1 bayi yang berangkat,” ungkap Rusnaini kepada Sripoku.com.

Ia menyayangkan padahal siangnya ngeprint tiket tanggal 30 Januari 2013 ke kantor Batavia Air.

“Nggak ada penerbangan tanggal 31. Balik ke sana sudah tutup kantornya. Kita dialihkan ini tidak,” sesalnya.

Beberapa tiket yang dikantongi Rusnaini antara lain atas nama Warmito.

Rusnaini dan suaminya menunjukkan tiket-tiket yang sudah dibeli di depan loket Batavia Air Bandara International SMB II Palembang

Rusnaini dan suaminya menunjukkan tiket-tiket yang sudah dibeli di depan loket Batavia Air Bandara International SMB II Palembang

Karena ada promo, beli 22 Desember 2013 ia juga memborong tiket untuk keluarganya atas nama Belva Thaluta Putri, Hesti Yuli Andayani, Inayah Syafa Aulia, Tauhid Hidayat, yang akan berangkat 1 Februari.

“Yang berangkat di rumah anak-anak kecil. Rp 300 ribu dan Rp 367 ribu. Ingin menunggu informasi dari Manager Angkasa Pura,” ujarnya.

Di loket Batavia Air Bandara International SMB II tertera pengumuman putusan pengadilan niaga Jakarta yang menerangkan perusahaan airline ini telah pailit.

Untuk itu segala hak dan kewajiban terkait dengan Batavia Air dapat menghubungi para kurator seperti Turman M Panggabean SH, Andra Reinhard Pasaribu SH, Permata N Daulay SH dan Alba Sukmahadi SH.

Sekretariat Kantor Tim Kurator Metro Batavia (Dalam Pailit) Ruko Cempaka Mas Blok B-24, Jl Letjen Suprapto Jakarta Pusat Telepon 021 42870832.

“Karena murahnya tadi. Batavia ini terkenal rajanya delay. Selalu delay,” kata Rian Fuadi.

Satu penumpang lainnya, Harun terpaksa membeli tiket airline lain seraya menunjukkan tiket Sky Aviation.

“Kita bisnis saya akan ke kantor batavia di Batam, saya akan lapor ke polisi. Saya sudah dua hari bolak-balik ke bandara. Sekarang saya beli tiket Sky. Kerugian nggak banyak Rp 350 ribu. Tapi waktunya. Kemarin beli Batavia Rp 420 ribu,” kata Harun.

Harun mengaku memesen tiket seminggu yang lalu PP dari Batam yang semestinya Rabu sudah berangkat.

sumber: tribunnews.com

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016