
ANTARA/Jefri Aries
TRANSFORMASINEWS.COM, JAKARTA. GUBERNUR Jawa Timur periode 1993-1998 Basofi Sudirman meninggal dunia di RS Medistra, Jakarta, Senin pukul 11.00 WIB. Belum ada keterangan mengenai penyakit yang diderita Basofi.
Lewat akun media sosial Facebook, Charis Firismanda, kabar duka cita tersebut tersebar. “Inna Lillahi Wa Inna Illaihi Roji’un. Telah berpulang Ayahanda tercinta Moch. Basofi Soedirman.. semoga arwah beliau mendapatkan tempat yang terbaik di. SISINYA. … Ammin.”
“Kami atas nama keluarga mogon dimaafkan apabila ada kesalahan n kehilafan almarhum selama hidupnya,” tambah Charis, Senin (7/8).
Berdasarkan informasi yang diterima Mediaindonesia.com, Moch Basofi Sudirman meninggal di RS Medistra Jakarta, Senin (7/8) pukul 11.00 WIB. Pemakaman rencananya akan dilakukan di San Diego Hills dan rumah duka berada di Kemang Timur, Komplek IIAPCO no 24.
Mengutip ensiklopedia online Wikipedia, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Mochamad Basofi Sudirman lahir di Bojonegoro, Jawa Timur, 20 Desember 1940.
Sebelum menjabat Gubernur Jawa Timur periode 1993-1998, dia pernah menjabat Kasdam I/Bukit Barisan (1986-1987) dan Wakil Gubernur Jakarta periode 1987-1992.
Ia pernah berkarier sebagai penyanyi, dengan single “Tidak Semua Laki-laki”.
Basofi adalah putra dari Letjen TNI (Purn.) H. Soedirman yang merupakan tokoh terkenal di Bojonegoro dan pahlawan nasional dari kabupaten itu.
Mendagri: Basofi Sosok Politisi yang Merakyat
MANTAN Gubernur Jawa Timur dan Wakil Gubernur Jakarta periode 1987-1992 Moch Basofi Sudirman tutup usia pada usia 76 tahun. Pria kelahiran Bojonegoro, 20 Desember 1940 ini dikabarkan meninggal karena sakit komplikasi di di Rumah Sakit Medistra Jakarta, Senin (7/8) sekitar pukul 11.00 WIB.
Menteri dalam negeri Tjahjo Kumolo turut menyampaikan rasa dukanya. Dia juga mengenang bahwa Basofi merupakan sosok politisi yang merakyat dan tidak membeda-bedakan.
“Kita kehilangan sosok yang lengkap dan figur TNI-Birokrat , sekaligus Politisi yang merakyat. Saya dekat dengan beliau saat saya menjabat sebagai sekjen sekaligus ketua umum komite nasional pemuda Indonesia (KNPI). Beliau bertugas di Jakarta . Kami sering berkomunikasi diskusi dan beliau sosok yang hangat dekat,” melalui keterangan whatsappnya, Senin (7/8).
Basofi, kata Tjahjo, sangat dekat dengan anak muda, khususnya tidak membeda-bedakan siapa seseorang dan berasal dari partai atau ormas mana.
“Semua diterima dengan hangat sampai beliau bertugas di Jawa Timur. Mari kita mendoakan semoga almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa, sesuai amal baktinya. Selamat jalan Pak Basofi sosok yang Sapta Marga, yang Pancasilais, yang Nasionalis dan religius,” tutup Tjahjo.
Sumber: Mediaindonesia.com (Ant/OL-6)
Posted by: Admin Transformasinews.com
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi