
Mike Tyson. Foto: twitter
TRANSFORMASINEWS, LAS VEGAS – Mantan juara dunia tinju kelas berat, Mike Tyson merasa kecewa usai menyaksikan duel antara Floyd ‘Money’ Mayweather Jr dengan Manny ‘Pacman’ Pacquiao di MGM Grand Garden, Las Vegas, Minggu (3/5) siang.
Seperti diketahui, dalam laga 12 ronde itu, Money menang angka mutlak 118-110, 116-112, 116-112. Usai megaduel itu, Tyson pun berkicau di akun resmi miliknya @MikeTyson.
“Kami menunggu 5 tahun untuk itu … #underwhelmed #MayPac,” tulisnya.
Namun kepada Sky Sports, Tyson juga mengkritik Money, si pemilik rekor profesional tak terkalahkan itu bahwa kemampuannya sudah menurun. “Itu dia. Inilah dia saat ini. Hanya saja ini (kemenangan) masih waktunya,” singkat Tyson.
MELIHAT besarnya uang yang beredar di sekitar pertarungan Floyd Mayweather melawan Manny ’’Pacman’’ Pacquiao, mantan juara dunia kelas berat Evander Holyfield pun buka suara. Dia menduga akan ada tangan tidak terlihat bakal mengatur hasil duel itu.
Menurut dia, para pebisnis akan bergembira jika Pacman menang. ’’Tidak akan ada yang membiarkan seorang petinju profesional pensiun dengan rekor bersih tidak terkalahkan,’’ katanya.
Ya, hingga kini, Mayweather memiliki rekor tidak terkalahkan dalam 47 kali naik ring. Nah, kalau dia kalah, tentu akan ada pertarungan ulang melawan Pacman, Itu berarti mendatangkan uang lagi.
Mayweather sendiri menegaskan, setelah duel melawan Pacman, hanya akan ada satu pertarungan lagi baginya sebelum gantung sarung tinju. Jika ada skenario duel ulang, hal itu digelar September nanti.
Pertarungan penuh selama 12 ronde akan lebih menguntungkan secara materi bagi kedua petinju. Pay per-view di sejumlah negara dihitung per menit. Itu berarti lebih panjang pertarungan semakin banyak uang yang didapat.
Pertarungan Terbesar Abad Ini dengan Nilai Rp 5 Triliun

SENYUM DULU DONG: Manny ’’Pacman’’ Pacquiao saat sesi foto bersama Floyd Mayweather Jr. FOTO: AFP
LUPAKAN sejenak “pertarungan” antara KPK versus Polri yang beberapa hari belakangan kembali memanas. Besok pagi (3/5) akan berlangsung fight of the century antara Floyd Mayweather Jr melawan Manny ’’Pacman’’ Pacquiao di Las Vegas, AS. Duel itu memang layak disebut duel tinju terbesar dalam sejarah, pasalnya nilai komersial dari pertarungan ini nilainya sangat tinggi.
Semua hal yang berkaitan dengan pertarungan itu laku dijual. Merek bir Tecate, misalnya, harus membayar USD 5,2 juta (sekitar Rp 67 miliar) untuk membeli kavling iklan sebagai sponsor utama. Brand ternama tersebut menyingkirkan rivalnya, Corona, dengan selisih penawaran USD 400 ribu (sekitar Rp 5,1 miliar).
Hasil penjualan hak siar televisi luar negeri mencapai USD 35 juta (sekitar Rp 455 miliar). Belum lagi pendapatan dari pay per-view yang mencapai kisaran USD 300 juta (sekitar Rp 3,9 triliun). Itu hanya untuk pemirsa di AS.
Di Negeri Paman Sam, yang ingin menyaksikan pertandingan tersebut melalui layar kaca harus membayar USD 100 (sekitar Rp 1,3 juta). Jadi, sungguh beruntung penggila tinju di Indonesia yang bisa menonton pertarungan tersebut tanpa bayar alias gratis.
Yang tidak kalah spektakuler adalah penjualan tiket nonton live di MGM Grand, Las Vegas. Begitu penjualan online dibuka 23 April lalu, hanya butuh waktu 60 detik untuk sold out. Tentu banyak tangan calo yang ikut andil dalam memborong tiket tersebut. Penyelenggara hanya mengizinkan satu orang membeli maksimal empat lembar tiket.
Hingga dua hari lalu, masih tersedia tiket di kalangan reseller. Tetapi, harganya ’’mengerikan’’. Yang termurah adalah USD 4 ribu (sekitar Rp 52 juta). Sementara itu, tiket termahal dibanderol USD 10 ribu (sekitar Rp 130 juta). Padahal, harga tiket resmi termurah ’’hanya’’ USD 1.500 (sekitar Rp 20 juta) dan yang termahal USD 7.500 (sekitar Rp 97 juta).
Total, dengan mengacu kepada berbagai sumber pemasukan, duel Mayweather kontra Pacman bernilai USD 400 juta (sekitar Rp 5,2 triliun)!
SUMBER:(JPNN/AR)
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi