
TRANSFORMASINEWS, BATURAJA– Menjelang Pilkada OKU yang akan digelar pada tanggal 9 Desember 2015 mendatang, masyarakat Sebimbing Sekundang diharapkan dapat menentukan pemimpin sesuai dengan hati yang jernih sesuai dengan hati nurani.
“Carilah pemimpin yang betul-betul memiliki niat yang tulus ingin memajukan kesejahteraan dan pembangunan daerah,” ungkap Hj Percha Leanpuri disela-sela road shownya di Trans Merbau Kecamatan Lubuk Batang, Senin (27/4).
Kabupaten OKU sebagai kabupaten tua seharusnya jauh lebih maju dari daerah lainnya di Sumatera Selatan, namun yang ada saat ini justru OKU jauh ketinggalan dari dua kabupaten yang dilahirkan OKU 11 tahun yang lalu.
“Membangun daerah itu tergantung pemimpinnya, kalau pemimpinnya lamban, rakyatnya juga akan lamban. Ibat lagu kalau Dirigen atau konduktor adalah orang yang memimpin sebuah pertunjukan musik bersemangat maka yang main music atau lagu juga akan bersemangat, demikian juga sebaliknya,” tegas Percha.
Sebagai putri daerah, Hj Percha mengaku prihatin dengan kondisi masyarakat OKU yang saat ini masih membutuhkan sentuhan baik pembangunan fisik maupun non fisik.
“Daerah lain banyak mendapatkan penghargaan atas prestasinya baik ditingkat provinsi maupun nasional. Namun OKU nyaris tidak pernah terdengar mendapatkan penghargaan seperti itu,” tambahnya.
Karena itulah, Calon Bupati OKU termuda ini bertekad jika dipercaya masyarakat OKU menjadi bupati di Bumi Sebimbing Sekundang ini lima tahun mendatang, dirinya akan membawa perubahan besar bagi OKU mulai dari pembenahan inprastruktur, memajukan pelajayanan public, menjadikan Kota Baturaja sebagai kota Adipura serta meningkatkan kesejahteraan rakyat diberbagai bidang.
Karena itu, putri H Herman Deru ini menitipkan pesan pada warga OKU jika ingin berbenah inilah saatnya dimulai dengan mencari pemimpin yang peduli rakyat. Bukan pemimpin yang baru datang ketengah masyarakat disaat menjelang Pilkada saja. Atau mencari pemimpin yang hannya mencari keuntungan pribadi semata. Sebab menurut dia tipe pemimpin itu ada dua, yakni pe mimpin yang peka dan yang pekak. kalau pemimpin yang peka jelasnya setiap apa yang didengar atau terlihat tidak pantas seperti jalan usak, jalan becek
kare na siring tersumbat, banyak sampah dipinggir jalan, dia langsung tanggap. Tapi berbeda dengan pemipin yang Pekak, tipe pemimpin seperti ini adalah pemimpin yang tidak peduli sedikitpun dengan kondisi sekitar rakyat bisik-bisik tidak dengar, orang melolong tidak dekar.tidak tau memang tidak dengar atau pura-pura tidak mendengar.
“Aku titip pesan pada semua masyarakat OKU. Kalu Nak Berubah Milu Aku, Tapi Kalu Maseh Nak Cak Inilah Lajulah Milu yang Leme Tulah,” tandasnya yang disambut tepuk riuh masyarakat yang hadir. (rel/hr/OOE/AR)
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi