
(Dari kiri ke kanan) Wakil Ketua KPK sementara Indriyanto Seno Adji, Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja, Wakil Ketua sementara KPK Johan Budi, Ketua sementara KPK Taufiequrachman Ruki, Wakil Ketua sementara KPK Zulkarnain usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/2/2015). Foto: Kompas.com/SABRINA ASRIL
TRANSFORMASINEWS, JAKARTA – Operasi tangkap tangan kembali dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap sejumlah penyelenggara negara. Berdasarkan informasi yang dihimpun, operasi tangkap tangan tersebut dilakukan di Bali.
Saat dikonfirmasi, pimpinan sementara KPK Johan Budi tidak membenarkan ataupun membantah adanya operasi tangkap tangan tersebut.
“Nanti akan dijelaskan setelah semuanya,” ujar Johan, Jumat (10/4/2015) dini hari.
Johan enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai operasi tangkap tangan itu. Hingga saat ini, sumber resmi KPK belum angkat bicara mengenai hal tersebut.
Menurut sumber Kompas.com, operasi tangkap tangan dilakukan di sebuah hotel di Sanur, Bali. Disebutkan, operasi itu diduga untuk menangkap seorang anggota Dewan. Ada juga seorang perwakilan dari PN Jakarta Selatan.
Diduga, anggota Dewan itu berusaha menyuap anggota PN Jaksel sebesar 40.000 dollar AS. Direncanakan pada pagi ini para tersangka akan dibawa ke Jakarta.

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi memberikan keterangan kepada wartawan terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Gedung KPK, Kungingan, Jakarta Selatan, Rabu (7/5/2014). Dalam OTT tersebut, KPK berhasil menangkap tiga orang RY, FXY dan diduga salah satu kepala Dinas di Bogor. Foto:ANGGA BHAGYA NUGRAHA
“Benar (kader PDI-P) dari Maluku,” ujar Eva saat dihubungi, Jumat (10/4/2015) dini hari.
Operasi tangkap tangan dilakukan pada saat Kongres PDI-P di Bali. Eva mengaku bahwa hanya satu kadernya yang ditangkap oleh KPK. Padahal, berdasarkan informasi yang dihimpun, obyek tangkap tangan KPK di Kongres PDI-P lebih dari satu orang.
Saat dikonfirmasi, pimpinan sementara KPK Johan Budi tidak membenarkan maupun membantah adanya operasi tangkap tangan tersebut.
“Nanti akan dijelaskan setelah semuanya,” ujar Johan.
Namun, Johan enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai operasi tersebut. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak KPK terkait hal itu.
Menurut sumber Kompas.com, operasi tangkap tangan dilakukan di sebuah hotel di Sanur, Bali. Disebutkan, operasi tersebut diduga untuk menangkap seorang anggota Dewan. Ada juga seorang perwakilan dari PN Jakarta Selatan.
Diduga, anggota Dewan itu berusaha menyuap anggota PN Jaksel sebesar 40.000 dollar AS. Direncanakan pada pagi ini para tersangka akan dibawa ke Jakarta.
Sumber:TRIBUNSUMSEL.COM/AR
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi