
TransformasiNews.com-Palembang,.Rencana Malaysia membangun mercusuar di perairan Indonesia menyayat nasionalisme rakyat Negeri ini. Tindakan tersebut menunjukkan betapa negara tetangga tidak menghargai atau menaruh hormat pada kedaulatan Indonesia.
“Negara-negara tetangga seperti Malaysia, Australia bahkan Singapura yang baik ucapan maupun tindakan menyudutkan Indonesia, akibat pemerintah tidak berani mengambil sikap tegas. Karena itu, ke depan Indonesia harus dipimpin oleh ahli strategi yang brilian, tegas dan menjunjung tingi harkat serta martabat bangsa,” kata Wakil Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Provinsi Sumsel H Rusli Nawi Singa Depati saat diwawancarai, Rabu (21/5).
Menurut Rusli, kriteria pemimpin tersebut ada pada diri Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo. Kepemimpinan Prabowo sebagai presiden makin efektif didukung kepiawaian wakil presidennya Hatta Rajasa. Hatta merupakan birokrat, politisi sekaligus teknokrat dan ekonom ulung.
“Pasangan Prabowo-Hatta ini merupakan kombinasi yang benar-benar pas untuk menjadikan Indonesia lebih baik,” kata kader Partai Golkar ini.
Ditanya apakah ia mendukung Prabowo-Hatta karena segaris dengan kebijakan Partai Golkar, Rusli mengatakan salah satunya, “Ya.” Tetapi sebagai pribadi, dia memang mengharapkan Indonesia bisa berdiri tegak di konstelasi pergaulan dunia.
“Sebagai presiden, Prabowo pasti akan membuat negara mana saja takut mengusik Indonesia. Yakinlah, Malaysia urung membangun mercusuar bila Prabowo sudah jadi Presiden RI nanti,” kata pengurus KONI Provinsi Sumsel ini.
Seorang pemimpin, kata dosen pengembangan sumber daya manusia ini, haruslah punya kepribadian kuat dan kharismatik. Prabowo memiliki itu. Programnya sebagai calon presiden sudah jelas, dan dengan leadershipnya yang kuat Prabowo pasti dapat melaksanakannya.
Sebelumnya diberitakan, Malaysia berencana membangun mercusuar di kawasan perairan Indonesia yang disengketakan dengan negeri jiran itu. TNI pun bergerak cepat dengan mengirim kapal perang untuk mencegahnya.
Menurutnya Kapuspen TNI Mayjen Fuad Basya, lokasi pembangunan berada di titik koordinat 02.05.053 N-109.38.370 E Bujur Timur, atau sekitar 900 meter di depan patok SRTP 1 (patok 01) di Tanjung Datu, Kalimantan Barat. RMOLSumsel