TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG. Aliran dana yang mengatasnamakan dana Aspirasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lahat, yang menyedot dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) II Lahat, terus digiring oleh Aliansi LSM Lahat.
Bahkan, sekitar pukul 10.00 WIB, Kamis (10/8/2017), Aliansi LSM Lahat ini, tidak tanggung-tanggung membawa bukti-bukti konkrit seperti proyek APBD II Lahat tahun 2016- 2017, yang dikerjakan mulai, adik, sanak, kakak, dan family anggota DPRD Lahat, ke-Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel.
Coordinator aksi (Korak) Aprizal Muslim SAg, dan Mirchoni secara gambalang membuka borok 40 anggota DPRD Lahat, saat melakukan aksi damai didepan kantor Kejati Sumsel.
Dalam penyampainya, meminta pihak Kejati Sumsel agar dapat segera melakukan pengusutan secara tuntas permainan kotor yang dilakukan oleh para politisi.
“Besar harapan kami dari aksi ini, pihak Kejati Sumsel agar dapat segera mungkin melakukan pengusutan terhadap dana Aspirasi DPRD Lahat tahun 2016 dan 2017 yang nilainya mencapai 120 milyar yang menggunakan dana APBD Induk Lahat,” ujar Aprizal Muslim dalam orasinya.
Dampak dari kotornya permainan yang dilakukan oleh wakil rakyat ini, dijelaskan, Saryono Anwar S.sos, setidaknya ditemukan dilapangan dapat merugikan Negara mencapai puluhan Milyar. Oleh sebab itu, Aliansi LSM Lahat berjanji siap untuk mengawal pihak Kejati untuk turun kelapangan guna mencari kebenaran atas laporan serta bukti-bukti yang telah dibawak mereka.
“kita siap untuk mengawal apabila diperlukan oleh pihak Kejati Sumsel guna membongkar permainan kotor yang dilakukan para wakil rakyat ini,” cetusnya lagi.
Tidak lama dari aksi itu, datang beberapa ketua LSM yang ada di Palembang dan secara langsung menyampaikan orasi dan mereka mendukung langkah-langkah yang diambil oleh Aliansi LSM Lahat, termasuk juga bersedia untuk membawak berkas bukti-bukti 40 anggota DPRD Lahat ke-KPK.
“Apabila laporan Aliansi LSM Lahat tidak digubris, kami beberapa LSM yang ada di Palembang siap membantu membawa massa sebanyak mungkin baik untuk mendatangi Kejati Sumsel maupun ke-KPK nantinya,” janji beberapa ketua LSM yang ada di Palembang.
Sementara, Kasi Penkum Intel Kejati Sumsel Kasi I Hotman Hutaju SH MH, didampingi Rudi Iskandar SH M Hum menegaskan, pihaknya berjanji akan melakukan pengusutan secara tuntas terhadap pengerjaan proyek Aspirasi DPRD Lahat yang menelan dana sebesar Rp. 120 Milyar dari APBD II Lahat itu.
“Terimakasih rekan-rekan LSM dan Media yang ada disini, kami diperintahkan oleh bapak Kejati untuk menerima dan mempelajari laporan serta bukti-bukti yang kawan-kawan bawak kekami ini,” ujar Rudi.
Disini sambung Rudi, pihaknya meminta agar rekan-rekan Aliansi LSM Lahat terus memantau atas laporan yang telah masuk ke-Kejati sebagai bentuk keseriusan Kejati Sumsel dalam menindaklanjuti laporan kawan-kawan.
“Kami pastikan dalam 3 hari sampai satu minggu ini, kawan-kawan bisa dengar bagaimana tindaklanjutnya. Disini juga kami mengucapkan banyak terima kasih terhadap rekan-rekan Aliansi LSM Lahat yang masih mempercayai kinerja Kejati. Maka dari itu, kepercayaan kawan-kawan akan terus kami jaga dan laporan hari ini kami terima dan akan segera ditindaklanjuti,” janji Rudi mantan Kasi Intel Kejari Lahat ini.
Sumber:Terasnews.id
Posted by: Admin Transformasinews.com
