
Bunga dan sarung tinju menumpuk di Muhammad Ali Center di Louisville. Foto: AFP
TRANSFORMASINEWS.COM, LOUISVILLE – Muncul beberapa pertanyaan di seputar prosesi pemakaman legenda tinju Muhammad Ali.
Salah satunya adalah prosesi pemakamannya yang dilakukan delapan hari setelah kematiannya pada Jumat (8/6) malam lalu. Ali adalah seorang muslim. Biasanya jenazah seorang muslim dimakamkan kurang dari 24 jam.
Alasan utama penundaan pemakaman selama berhari-hari itu adalah permintaan Ali sendiri. Ali tidak ingin pamakamannya berlangsung tertutup dan dihadiri oleh keluarganya saja. Dia ingin agar semua orang fans-nya dan semua orang yang mencintainya berkesempatan untuk mengucapkan perpisahan yang terakhir kalinya. Sebab Ali bukan hanya milik keluarganya, tapi dia adalah milik dunia.
”(Pemakaman) Ini adalah apa yang ingin saya lihat, ini adalah jenis program yang ingin saya lihat, yaitu inklusif untuk semua orang, dimana kita memberikan kesempatan sebesar-besarnya pada orang-orang yang ingin memberikan penghormatan pada saya,” ujar juru bicara keluarga Ali, Bob Gunnell, menirukan ucapan almarhum sepuluh tahun lalu.
Ali memang sudah lama merencanakan prosesi pemakamannya dengan begitu detail. Pengacara dan beberapa orang terdekatnya membantu menyusun detail rencana pemakamannya.
Begitu detailnya hingga berupa buku setebal dua inci yang oleh keluarga dan orang terdekatnya disebut dengan The Book. Rincian prosesi pemakaman ini dirubah sedikit beberapa hari jelang kematiannya. Yaitu tentang lokasi dimana jenazahnya bakal disemayamkan untuk terakhir kalinya.
Awalnya Ali ingin dimakamkan di Muhammad Ali Center di Louisville. Namun istrinya Lonnie khawatir itu akan membuat Muhammad Ali Center tidak bisa berfungsi sebagai mana mestinya. Sebab orang-orang bakal berdatangan ke makam tersebut. Ali akhirnya memutuskan untuk dimakamkan di Cave Hill Cemetery.
”Muhammad merencanakan semua ini. Dan dia merencanakannya sebagai sebuah momen pembelajaran,” ujar Imam Zaid Shakir yang memimpin prosesi salat jenazah.
Pemakaman Ali memang merupakan pembelajaran utamanya tentang kerukunan umat beragama. Orang-orang dari berbagai latar belakang bergandengan tangan dalam damai di prosesi pemakamannya.
Beginilah Suasana Jelang Pemakaman Muhammad Ali di Louisville

Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan di depan Muhammad Ali Center di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat.
Meninggalnya Muhammad Ali sejak sepekan lalu masih menyita perhatian dunia. Proses jelang pemakaman legenda dunia tinju itu di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat pun mendapat perhatian dari banyak pihak, termasuk para kepala negara.
Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan yang kini berada di Louisville mengabarkan, sudah banyak pelayat yang mendatangi gedung Muhammad Ali Center. Padahal, jenazah penyandang tiga kali juara dunia tinju kelas berat itu tidak disemayamkan di Muhammad Ali Center.
Dahlan melalui sebuah video dari depan Muhammad Ali Center, Kamis (9/5) sore waktu setempat mengatakan, warga terus berdatangan guna memberi penghormatan terakhir. “Di sini sudah banyak pelayat yang datang meskipun jenazahnya tidak di gedung ini. Mereka meletakkan foto-foto dan karangan bunga dan segala macam tanda mata untuk beliau,” ujarnya.
Menurutnya, pada Kamis siang telah digelar salat jenazah di sebuah convention center yang dihadiri 14 ribu jemaah. Imam salatnya adalah Louis Farrakhan, tokoh Islam terkemuka di Amerika Serikat.
Tokoh kondang dunia pun ikut dalam salat jenazah itu. Antara lain Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan dan Raja Yordania Abdullah II bin Hussein.
Namun, kata Dahlan, ada sedikit kontroversi di kalangan umat Islam terkait prosesi pemakaman petinju yang dikenal memiliki style menari bagai kupu-kupu dan menyengat bagai lebah itu. Yakni pemakaman yang baru digelar sepekan setelah pemilik nama lahir Cassius Marcellus Clay itu wafat.
“Misalnya, mengapa upacara ini dilakukan setelah seminggu setelah Muhammad Ali meninggal Jumat pekan lalu dan tidak langsung dimakamkan sebagaimana ajaran Islam. Tapi Muhammad Ali memang sudah milik kalangan luas dan negara ini adalah negara yang sangat campur aduk penganut agamanya,” terang Dahlan.
Akhirnya, keluarga Ali memutuskan mengikuti keinginan masyarakat luas di AS bahwa harus ada prosesi untuk menghormati sang legenda. Acara puncak pun akan diadakan Jumat (10/6) waktu setempat.
“Besok pagi (Jumat malam WIB) akan ada acara sangat besar, karena akan ada prosesi jenazah dari tempat salat tadi menuju ke tempat penghormatan terakhir (KFC Yum! Center) yang kapasitasnya di 22 ribu orang,” kata Dahlan.
Mantan Presiden AS Bill Clinton dan juga tokoh-tokoh dunia lainnya juga akan hadir dalam pemakaman Ali. Jenazah Ali akan dibawa melewati jalan-jalan utama Kota Louisville. “Sehingga besok akan ada banyak jalan utama di kota ini yang akan ditutup,” tutur Dahlan.
Sumber:(AFP/Aljazeera/The New York Times/CNN/sha/Jpnn)
Posted by:Admin Transformasinews.com
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi