PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin, telah melakukan rapat koordinasi (rakor) bersama pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Sumsel, terkait sosialisasi kampanye Pileg 2014 mendatang, mengenai lokasi dan jumlah pemasangan alat peraga yang tentunya masih bekerjasama dengan pemerintah daerah di kabupaten/kota di seluruh Sumsel.
Dilanjutkannya, mengenai alat peraga yang pasti akan dikerahkan oleh para caleg dan partai pengusungnya pada pileg 2014 mendatang, Alex mengatakan, tentu adanya kerjasama antara KPUD dengan pemda masing-masing dan telah berkoordinasi dengan pihak KPU dan Bawaslu Sumsel.
“Dipasang sesuai zona yang ditentukan sesuai dapilnya. Bagi setiap DPD hanya diperbolehkan melakukan pemasangan satu buah baliho, sedangkan untuk caleg yang diusungnya juga hanya diperbolehkan melakukan pemasangan satu spanduk untuk setiap satu desa,” katanya.
Sedangkan mengenai putusan MK terhadap hasil Pilkada Sumsel yang telah kembali melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) 4 September lalu dan masih dinanti masyarakat, Alex Noerdin yang juga ikut mencalonkan diri kembali, bisa dikatakan tidak ada persiapan apapun dan hanya berdoa menanti keputusan tersebut.
“Hanya berdoa saja dan tinggal menghitung hari, kalian juga bantu doa ya,” ujarnya kepada sejumlah awak media saat dibincangi usai menghadiri rapat di gedung DPRD Sumsel, Jalan Kapten A. Rivai Palembang, Jumat (26/9/2013).
Ketika ditanya bagaimana dengan para tim adokasi yang telah dipersiapkannya jauh sebelum pelaksanaan PSU dilakukan, Alex menuturkan tetap mepersiapkan hal itu.
” Tim adokasi tentu saja ada, namun itu nanti setelah mendengar keputusan dari pihak MK terlebih dahulu, yang hanya tinggal dalam hitungan hari saja,” ungkap orang nomor satu di Sumsel ini.
Disinggung mengenai kepemimpinan kabupaten pemekaran Muratara yang belum mendapatkan pemimpin, Alex Noerdin menuturkan, hal tersebut tentu akan dilakukan dengan sebaiknya, meski memang banyak permintaan, baik warga yang menginginkan pemimpin dari putra daerah ataupun dari luar.
“Semua akan dipertimbangkan. Nantinya akan diputuskan oleh Mendagri dengan mengajukan tiga nama,” tandas Alex. (beritanda)
TransformasiNews Integritas, Dinamika dan Demokrasi
