3 Balon Tidak Lulus Teskes

t 2015 15:35

TRANSFORMASINEWS, PALEMBANG – Ketua KPU Sumsel Aspahani, saat dihubungi koran ini tadi malam mengatakan, berdasarkan laporan yang telah mereka terima, ada 3 bakal calon bupati (balonbup), dan bakal calon wakil bupati (balonwabup), dinyatakan tidak lulus tes kesehatan (Teskes). Ketiganya dinyatakan tidak lulus setelah sebelumnya mengikuti tes kesehatan lanjutan, bersama 8 balon lainnya oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumsel di RSMH Palembang. “Senin (03/8) ada 11 balon yang mengikuti tes kesehatan ulang di RSMH Palembang. Nah, hasilnya telah diserahkan ke KPUD masing-masing daerah. Selanjutnya KPUD melakukan rapat pleno untuk menindaklanjutinya, dan menyerahkan hasil teskes kepada masing-masing calon,” ujar Aspahani.

Berdasarkan laporan dari KPUD yang melaksanakan pilkada, ada tiga balon yang dinyatakan tidak lulus tes kesehatan yang dilakukan IDI. “Dari laporan yang saya terima, sampai saat ini (tadi malam,red) ada tiga balon dinyatakan tidak mendapat rekomendasi dari tim dokter. Ketiga balon tersebut berasal dari Kabupaten PALI, Musi Rawas (Mura) dan Musi Rawas Utara (Muratara),” jelas Aspahani.

Kendati mengatakan asal daerah balon tersebut, namun Aspahani masih enggan menyebutkan nama-nama balon yang bakal gugur tersebut. “Yang saya tahu cuma itu, mengenai nama dan identitas lainnya saya belum tahu, termasuk apakah balon yang gugur itu balon bupati atau wabup. Soalnya saat ini saya sedang berada di Jakarta,” elaknya.

Pernyataan yang sama juga diungkapkan Aspahani ketika disinggung penyebab balon tidak mendapatkan rekomendasi dari timkes. “Yang dites itu banyak, jadi saya tidak tahu secara detil apa yang menyebabkan tidak lulus atau tidak mendapatkan rekomendasi sehat dari tim dokter,” bebernya.

Mengenai kemungkinan adanya protes, Aspahani menyebut, kemungkinan itu ada, bahkan sangat besar. Namun Aspahani menjelaskan kalau KPU hanya menerima hasil tes dari tim dokter, dan keputusan itu tidak bisa diganggu gugat. “Kalau ada yang mau gugat itu hak mereka. Tapi saya sangat yakin kalau tim dokter telah bekerja dengan baik dan sangat objektif, karena tes kesehatan ini dibiayai oleh Negara, bukan oleh calon,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Aspahani, masalah ini sangat riskan, sehingga tim dokter dari IDI ini pasti akan sangat hati-hati. “Dan kemungkinan terjadinya kecurangan atau semacamnya hampir tidak ada, apalagi yang terlibat dalam pemeriksaan ini ada 25 dokter spesialis,” katanya.

Dengan dinyatakan tidak lulus tes kesahatan ini, maka calon tersebut dinyatakan gagal, dan partai pengusung diminta untuk segera menggantinya dengan kandidat lain. “Karena waktu yang diberikan untuk melakukan penggantian dan penyerahan berkas sangat singkat, yakni 4 hari dari tanggal 4-7Agustus 2015, maka semuanya harus bergerak cepat,” ujarnya.

Sebelumnya diketahui dari 38 orang cabup dan cawabup yang ikut pilkada, hanya 27 orang yang dinyatakan tidak ada masalah kesehatan. Sementara 11 orang lainnya perlu dilakukan tindakan pemeriksaan ulang atau pendalaman pemeriksaan lanjut.

Pemeriksaan kesehatan lanjutan kepada 11 calon kepala daerah ini lebih difokuskan pada dua jenis tes psikometri, yakni  kejiwaan dan verifikasi medis. Adapun 11 balon yang mengikuti tes pendalaman tersebut adalah Heri Amalindo (Balonbup PALI), Eftiyani (Balonbup PALI), Edi Haryanto (Balonwabup PALI), AW Novriadi (Balonbup OI), Feri Antoni (Balonwbup OKUT), Eni Melani (Balonwbup OKUT), M Isa Sigit (Balonbup Muratara), Siti Nurizka Puteri Jaya (Balonwabup Muratara), Hendra Gunawan (Balonbup Mura), Nasir Agun (Balonwabup OKU), dan  Ngadi (Balonwabup Mura).

Sumber:Palpos/del

Posted By: Amrizal Aroni

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
TransformasiNews.com @ 2016