
TRANSFORMASINEWS, LAHAT. Sebanyak 116 kepala keluarga (KK) yang bermukim di RT 8 RW 3 Kelurahan Talangjawa Selatan, Kabupaten Lahat telah meninggalkan tempat pemukiman yang mereka huni selama puluhan tahun itu, menyusul lokasi pemukiman itu akan digusur dan dijadikan areal perluasan bengkel kereta api Balayasa milik PT KAI.
Dengan penggusuran itu, maka hilang satu wilayah pemerintahan tingkat Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Talangjawa Selatan.
Pantauan wartawan , Jumat (12/12) kemarin, tidak ada lagi warga yang tinggal di tempat itu, semua bangunan rumah warga di terlihat tinggal puing-puing saja karena telah dibongkar sendiri oleh pemiliknya. Beberapa bekas rumah yang masih terlihat bagian dindingnya, itupun hanya tinggal beberapa bangunan saja.
Sebagian besar rumah warga telah dirobohkan pemiliknya sehingga terlihat bata dan beton berserakan. Bahan bangunan yang masih bisa dimanfaatkan seperti kayu dan bagian atap rumah telah diambil pemiliknya.
Puing-puing bangunan rumah warga itu, menjadi pemandangan baru bagi sebagian warga Lahat, banyak Yang sekadar melihat – lihat saja, apalagi ketika sore cukup banyak warga yang berbelanja di pasar tradisional tak jauh dari bekas pemukiman warga tersebut.
“Sambil menunggu istri belanja sayuran, saya lihat rumah-rumah yang telah ditinggalkan dan sudah di robohkan pemiliknya,” kata Yanto, seorang warga.
Sumber: [rmol]