
TRANSFORMASINEWS, BATURAJA. — Batu permata dari Baturaja memang sudah kesohor sampai ke luar negeri. Potensi ini mendapat perhatian serius dari Kementerian Perindusterian RI dan langsung melatih pengrajin.
Bantuan berupa fasilitas sarana produksi diserahkan langsung oleh Koordinator Dirjen Industeri Kerajinan Mikro Wilayah 1 Kementerian Perindustrian RI, Siti Asiah SSos MM. Penyerahkan bantuan kepada pengrajin disaksikan Sekda OKU H Marwan Sobrie dan Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM H Fachuddin Rozie SE MM di Balai Latihan Disperindagkop dan UKM OKU, Rabu (5/11/2014). Bantuan yang diberikan kepada pengrajin di Kabupaten OKU berupa fasilitas sarana produksi antara lain mesin gerinda 25 pcs, mesin bor 25 pcs, mesin potong 5 pcs dan mesin bor besar 5 pcs dan lain-lain.
Menurut Asiah SSos MM, selain menyerahkan bantuan fasilitas produksi, pihaknya juga memberikan pelatihan teknis produksi batu mulia kepada pengrajin. Sedangkan instruktur pada pelatihan ini adalah tenaga ahli dibidang batu mulai dan desain produk industri kreatif yang didatangka dari Sentra Batumulia Balai Besar Logam dan Mesin.
Sedangkan Kadin Perindagkop dan UKM OKU, H Fahruddin Rozie SE MM mengatakan, pada saat ini pengrajin yang menekuni usaha pengelolaan kerajian batu lebih kurang 75 unit usaha. Produk yang dihasilkan masih terbatas pada batu cincin, leontin dan sejenisnya dengan desain yang masih terbatas dan pengelolan batu fosil. Dikatakan H Fachruddin bantuan dari Kementerian Perindustrian RI ini menambah motivasi dikalangan pengrajin untuk berkarya menghasilkan produk yang lebih variatif dan berkualitas sehingga nantinya batu permata akan menjadi icon Kota Baturaja. Dikesempatan itu H Fachruddin menghimbau peserta yang mengikuti pelatihan agar memanfaatkan waktu selama pelatihan ini dengan sungguh-sungguh agar pengetahuan dan keterampilan mengolah batu semakin bertambah.
Dikatakan Kadin Perindagkop dan UKM Kabupaten OKU H Fahruddin Rozie SE MM , beberapa tahun terakhir kegiatan pengembangan dilakukan dengan dana APBD Propinsi< APBN melalui kegiatan pembantuan Kementerian Perindustrian antara lain, bantuan peralatan produksi melalui tgas pembantuan Kemeneterian Perindustrian kepada empat kelompok usaha pada tahun 2007. Bimtek peningkatan mutu kerajian batu dari dinas penrindustrian perdagangan propinsi Sumatera Selatan sebanyak 20 orang tahun 2011. Fasilitas bantuan peralatan produksi kepada dua kellompok pengrajin dari Dinas Perindustrian Perdagangan Propinsi Sumatera Selatan Tahun 2012. Bimtek pengolahan batu sebanyak 20 orang dari Desa Sukamaju dan bnatuan peralatan tahun 2013.
“Tak kalah pentingnya adalah mengikut sertakan produk kerajian batu pada berbagai even pameran,” terang H Fachruddin seraya menambahkan upaya ini dilakukan untuk promosi dan memperluas pasar. Selain itu juga memberikan kesempatan pada pengrajin untuk berinteraksi dengan pengrajin atau pengusaha dari daerah lain untuk menambah wawasan.
Dikesempatan itu H Facruddin mengatakan, mengingat motivasi pengrajin yang cukup tinggi dengan ketersediaan bahan baku yang memadai serta pasar yang menjanjikan, maka pihaknya berharap pembinaan dari Kemenertian kedepan terus berlanjut. Kedepan agar tetap difasilatasi agar Kabupaten OKU mempunyai Unit Pelayanan Teknis (UPT) pengelolaan batu yang memiliki peralatan lengkap sehingga semua proses produksi dapat terakomodir di satu tempat.
Sumber: SRIPOKU.
