Unsur Pejabat MUBA Masuk Dalam Pusaran Dugaan Kasus Gratifikasi?

TRANSFORMASINEWS.COM, MUSI BANYUASIN. Dalam penambahan bukti kasus dugaan Gratifikasi Korupsi dan TPPU anggota DPRD Kabupaten Musi Banyuasin ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) beberapa waktu yang lalu.

Terdapat nama dari unsur Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) MUBA yang melibatkan mantan Bupati MUBA 2012-2017, Pahri Azhari.

Pahri Azhari (mantan Bupati Muba_red) dan Bambang Karyanto serta Adam Munandar selaku anggota DPRD Muba 2014-2019 sudah diproses tindakannya hingga putus perkara di Pengadilan Negeri Palembang.

Namun, kasus yang awalnya terbongkar bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK tersebut kini masih mencuat di permukaan publik.

Lantaran para Anggota DPRD lainnya yang diduga ikut menerima uang gratifikasi tersebut tidak atau belum diproses hingga sekarang. Dalam Surat Nomor 021/MAKI/I/2018 itu setidaknya ada 33 Angggota DPRD Muba periode 2014-2019 yang disebutkan namanya.

Mereka diduga menerima uang gratifikasi masing-masing sebesar Rp. 50.000.000 (Lima puluh juta rupiah).

Tidak hanya itu, disebutkan juga nama pejabat Pemerintahan MUBA yang diduga terlibat gratifikasi sebagai pihak-pihak yang melakukan penyetoran uang, yakni :

1) AR Kepala Dinas PUBM sebesar Rp. 200.000.000 (Dua ratus juta rupiah)

2) ZA Kepala Dinas PUCK sebesar Rp. 500.000.000 (Lima ratus juta rupiah)

3) MYA Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebesar Rp. 25.000.000 (Dua puluh lima juta rupiah)

4) SO Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata sebesar Rp. 35.000.000 (Tiga puluh lima juta rupiah)

Dalam kasus dugaan penerimaan gratifikasi, tindak pidana korupsi, dan TPPU, jumlah uang suap yang disiapkan ditaksir mencapai Rp. 17.500.000.000 (Tujuh belas milyar lima ratus juta rupiah).

Sumber: Klikanggaran.com 

Editor: Nurmuhammad

Posted by: Admin Transformasinews.com