Tersangka Baru Dugaan Korupsi Masjid Sriwijaya, Mukti dan Ahmad Nasuhi Dijebloskan ke Rutan

Mukti Sulaiman dan Ahmad Nasuhi Tersangka baru dugaan korupsi masjid sriwijaya (Dok.Foto: Sumsel-tribunnews)

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG – Mukti Sulaiman (mantan Sekda Pemprov Sumsel) dan Ahmad Nasuhi (mantan Plt Kepala Biro Kesra Pemprov Sumsel dan masih aktif sebagai Kadinsos Kabupaten Musi Banyuasin) tersangka baru dalam dugaan kasus korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang, Rabu (16/6) dijebloskan Kejati Sumsel ke Rutan Pakjo Palembang.

Pantauan di lapangan, dengan mengenakan rompi tahanan Kejati Sumsel dan tangan diborgol, tersangka Mukti Sulaiman dan Ahmad Nasuhi sekitar pukul 17.05 WIB keluar dari Gedung Kejati Sumsel.

Saat dimintai tanggapan oleh sejumlah wartawan terkait penahanan tersebut, Mukti Sulaiman dan Ahmad Nasuhi tidak berkomentar. Kemudian kedua tersangka dengan pengawalan petugas kejaksaan langsung dibawa masuk ke dalam mobil tahanan yang membawa keduanya ke Rutan Pakjo Palembang.

Kasi Penerangan dan Hukum Kejati Sumsel, Khaidirman mengungkapkan, sebelum ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan awalnya sejak pukul 09.30 WIB keduanya dilakukan pemeriksaan sebagai saksi di Kejati Sumsel. “Setelah dilakukan pemeriksaan, barulah pada sore harinya  keduanya ditetapkan sebagai tersangka,” tegasnya. Sepertihalnya telah Dilansir KoranSn.com

Masih kata Khaidirman, kedua tersangka juga dilakukan penahanan di Rutan Pakjo Palembang. “Penahanan tersangka dilakukan sejak tanggal 16 Juni 2021 hingga 20 hari kedepan,” ujarnya.

Dilanjutkan Khaidirman, dengan telah ditetapkannya dua tersangka baru maka untuk jumlah tersangka dalam perkara ini menjadi enam orang tersangka. “Sebelumnya kan sudah empat tersangka yang telah ditetapkan dan ditahan, dan kini tersangkanya bertambah lagi dua orang. Sehingga jumlahnya menjadi enam orang tersangka,” pungkasnya.

 Diketahui adapun empat tersangka yang sebelumnya telah ditetapkan dan ditahan oleh Kejati Sumsel, yaitu; Eddy Hermanto selaku mantan Ketua Panitia Pembangunan Masjid Sriwijaya, Ir Dwi Kridayani selaku Kuasa KSO PT Brantas Abipraya-PT Yodya Karya, H Syarifudin selaku Ketua Panitia Divisi Lelang Pembangunan Masjid Sriwijaya, dan Ir Yudi Arminto selaku Project Manager PT Brantas Abipraya-PT Yodya Karya.

Terancam 15 Tahun Penjara

MUKTI Sulaiman (mantan Sekda Pemprov Sumsel) dan Ahmad Nasuhi (mantan Plt Kepala Biro Kesra Pemprov Sumsel), tersangka baru dalam dugaan kasus korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang terancam hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara.

Hal tersebut diungkapkan Kasi Penerangan dan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Khaidirman, Rabu (16/6). Dijelaskannya, dimana dalam dugaan kasus ini kedua tersangka disangkakan dengan pasal Primer dan Subsider, untuk Primer yakni Pasal 2 Jo Pasal 18 UU No. 20 tahun 2021 Jo Pasal 55 KUHP. Kemudian Subsider, Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No.20 tahun 2021 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

 “Untuk ancaman hukuman kedua tersangka yakni minimal 4 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara,” tegas Khaidirman. Dilanjutkannya, meskipun saat ini Kejati Sumsel telah menetapkan dua tersangka baru namun untuk proses penyidikan perkara tersebut masih tetap berjalan. “Jadi proses penyidikannya tetap terus berjalan,” ujarnya.

 Lebih jauh dikatakannya, dikarenakan penyidikan masih berjalan maka para saksi kedepannya dapat kembali dipanggil lagi.  “Dalam peroses penyidikan ini jika Jaksa Penyidik masih  membutuhkan keterangan para saksi, tentunya saksi-saksi akan diagendakan lagi pemanggilan dan pemeriksaanya,” tandasnya.

Ditetapkan Tersangka Karena Jabatan

Penetapan Mukti Sulaiman (mantan Sekda Pemprov Sumsel) dan Ahmad Nasuhi (mantan Plt Kepala Biro Kesra Pemprov Sumsel) sebagai tersangka dugaan kasus korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang, dikarenakan jabatan keduanya. Demikian dikatakan Kasi Penerangan dan Hukum Kejati Sumsel, Khaidirman, Rabu (16/5).

Dijelaskannya, pada tahun 2015 dan 2017 atau saat dugaan kasus ini terjadi, untuk kedua tersangka yang ditetapkan tersebut kala itu menjabat sebagai Sekda dan Plt Kepala Biro Kesra Pemprov Sumsel).

“Untuk Sekda ini jabatannya kan juga Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), sedangkan satu tersangka lagi kala itu menjabat Plt Kepala Biro Kesra Pemprov Sumsel. Nah, karena ada dugaan penyalahgunaan jabatan tersebutlah keduanya terlibat dalam dugaan kasus korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang hingga  ditetapkan menjadi tersangka,” ungkapnya.

 Masih katanya, tentunya banyak faktor hingga keduanya ditetapkan tersangka karena jabatan. “Misal salah satu faktornya tidak melakukan verifikasi dan lainnya,” katanya.

Lanjut Khaidirman, sedangkan untuk yang lainnya saat ini masih dilakukan pendalaman penyidikan. “Jadi yang lainnya masih dilakukan pendalaman dengan proses penyidikan,” tegasnya.

Diketahui, dalam dugaan kasus tersebut sebelumnya tersangka Mukti Sulaiman dan Ahmad Nasuhi telah berkali-kali diperiksa Kejati Sumsel sebagai saksi untuk empat tersangka yang telah lebih dulu ditetapkan dan ditahan oleh Kejati Sumsel.

Ajukan Penangguhan Penahanan

JONI Adriansyah kuasa hukum dari Mukti Sulaiman dan Ahmad Nasuhi, tersangka baru dugaan kasus korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya Palembang, Rabu (16/6) mengungkapkan, jika pihaknya akan mengajukan penangguhan penahanan untuk kedua tersangka.

Dikatakannya, pengajuan permohonan penangguhan penahanan tersebut merupakan langkah hukum yang akan diambil pihaknya. “Tentunya kita akan melakukan langkah-langkah hukum, salah satunya mengajukan hak-hak dari klien kami, yakni mengajukan penangguhan penahanan untuk keduanya,” terangnya.

Masih dikatakannya, dalam perkara ini Mukti Sulaiman dan Ahmad Nasuhi disangkan Pasal 2 dan Pasal 3. “Keduanya ditetapkan tersangka dan langsung ditahan dihari yang sama. Oleh karena itu kita akan ajukan penangguhan penahanan,” ujarnya.

Dilanjutkannya, sedangkan untuk lengkah hukum lainnya yang akan diambil kedepannya, sejauh ini pihaknya masih melihat proses hukum yang kini masih berjalan. “Jadi kita lihat dulu proses hukumnya nanti,” pungkasnya. (Ded-KoranSn/A.Ar)