Tasikmalaya Ekspor Beras Organik Seharga Rp 80 Per Kg. OKU Timur Jual Beras Hanya Rp 12 Ribu

IST Bupati OKU Timur HM Kholid MD (kanan) menjalin kerjasama dengan Bupati Waykanan, Provinsi Lampung dalam pemasaran beras organik.

TRANSFORMASINEWS.COM, MARTAPURA. Untuk meningkatkan kesejahteraan petani padi yang mayoritas merupakan penghasilan penduduk di OKU Timur, pemerintah menimba ilmu ke KabupatenTasikmalaya Provinsi Jawa barat dalam pengolahan beras organik.

Demikian diungkapkan Bupati OKU Timur HM Kholid MD dikonfirmasi Selasa (13/6/2017).

Bupati OKU Timur HM Kholid MD (berdiri) saat memaparkan konsep pertanian Organik OKU Timur kepada Bupati Kabupaten Tasikmalaya, saat mempelajari bagaimana cara Tasikmalaya bisa ekspor beras organik ke Luar negeri

Menurut Kholid, selama ini Kabupaten Tasikmalaya sudah mengekspor beras organik ke berbagai negara seperti Amerika dan Eropa dengan harga yang sangat tinggi yakni Rp. 60 Ribu per kilogram untuk dijual ke Amerika dan Rp 80 Ribu untuk dijual ke pasar Eropa.

Bupati OKU Timur HM Kholid MD (berdiri) saat memaparkan konsep pertanian Organik OKU Timur kepada Bupati Kabupaten Tasikmalaya, saat mempelajari bagaimana cara Tasikmalaya bisa ekspor beras organik ke Luar negeri

“OKU Timur sudah memiliki pertanian organik seluas 51 Hektare (Ha) dan sudah mendapatkan sertifikasi organik. Jadi kita sudah memiliki modal untuk ke tahapan selanjutnya bagaimana Tasik bisa menjual beras dengan harga yang sangat tinggi,” kata Kholid.

Menurut Kholid, perbedaan antara Kabupaten Tasikmalaya denganOKU Timur dalam pengelolaan beras organik hanya dalam bentuk kemasan dan kualitas beras.

Bupati OKU Timur HM Kholid MD (Kiri) saat menyerahkan cideramata kepada Bupati Kabupaten Tasikmalaya. OKU Timur belajar bagaimana Tasikmalaya bisa ekspor beras organik ke Luar negeri

Selain kemasan yang lebih elegan, beras organik KabupatenTasikmalaya juga terpisah antara beras kepala dengan beras patah-patah.

“Jadi kita membutuhkan pabrik untuk pemisah beras kepala dengan beras patah-patah. Baru kemudian dijadikan dalam satu kemasan yang elegan. Hanya itu yang menjadi perbedaan antara beras tasik dengan beras OKU Timur,” katanya.

Menurut Kholid, beras organik Tasikmalaya yang diekspor ke luar negeri mencapai Rp 80 ribu per kilogram.

Bupati OKU Timur HM Kholid MD dan rombongan saat menimba ilmu mengenai pertanian Organik bersama kepada Bupati Kabupaten Tasikmalaya. OKU Timur belajar bagaimana Tasikmalaya bisa ekspor beras organik ke Luar negeri

Sementara beras organik yang ada di OKU Timur saat ini hanya dijual dengan harga Rp 12-15 ribu per kilogram.

“Bayangkan betapa makmurnya petani jika harga beras bisa mencapai Rp 80 Ribu per kilogram. Kemarin saya sudah meminta bantuan kepada bapak gubernur untuk mengalokasikan anggaran pembelian mesin pemisah beras tahun 2018 mendatang yang mudah-mudahan bisa disetujui,” katanya.

Sumber: SRIPOKU.COM

Posted by: Admin Transformasinews.com