Surya Paloh Nilai Amendemen UUD Kebablasan

TOKOH NASIONAL SURYA PALOH MEMBERIKAN KULIAH UMUM DENGAN TEMA REFORMASI MENUJU RESTORASI INDONESIA DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA, NANGGROE ACEH DARUSSALAM, KEMARIN. DALAM MATERI KULIAH UMUM ITU, KETUA UMUM PARTAI NASDEM MENYAMPAIKAN ADANYA KERANCUAN DALAM SIS. DOK. FOTO:MI/PIUS ERLANGGA

TRANSFORMASINEWS.COM, ACEH. KETUA Umum Partai NasDem Surya Paloh menginginkan Aceh kembali bangkit. Pasalnya, Aceh memilki peradaban yang maju pada masa silam.

“Saya bangga sekali dengan sejarah Aceh. Saya belajar sejarah suku lain, tapi enggak seindah Aceh. Wilayah mana yang pakai dirham, mata uang emas, dulu di abad ke-16 hanya Aceh,” kata Surya saat bersilaturahim dengan ulama Aceh di Hotel Kyriad Muraya Aceh, Banda Aceh, kemarin.

Menurutnya, Aceh memiliki kemampuan diplomasi politik serta armada laut yang luar biasa. Malahayati, pahlawan asal Aceh, menjadi wanita pertama di dunia yang menjadi laksamana perang. “Siapa yang angkat pedang pertama melawan jenderal Portugis? Malahayati,” jelas dia.

Hanya saja Surya melihat perkembangan Aceh saat ini masih merangkak. “Dulu ada kereta api Aceh ke Medan. Sekarang mana keretanya. Sekarang telur saja dari Medan,” ungkap dia.

Pria kelahiran Kutaraja, Banda Aceh, 16 Juli 1951 itu pun ingin Aceh kembali menorehkan sejarah. Dia mengingatkan masa depan Aceh ada di tangan ulama, perguruan tinggi, dan para pedagangnya.

“Abad ke-16 kita ekspor sampai Turki. Pohon pinang diekspor jauh. Pedagang Aceh dianggap berhasil,” jelas dia.

Surya meyakini anak Aceh bisa berkontribusi lebih banyak kepada bangsa. Partai NasDem yang dipimpinnya, kata dia, memiliki banyak anak Aceh yang sudah mencatatkan namanya di dunia politik Tanah Air, seperti anggota DPR Taufiqulhadi. “Anak Aceh bisa atur negeri ini,” katanya.

Disambut ulama

Sebelum tiba di Banda Aceh, Surya melakukan safari politik ke Deli Serdang dan Medan, Sumatra Utara. Kini saat tiba di Banda Aceh, Surya langsung disambut oleh para ulama Aceh, seperti Waled Nurzahri atau Waled Nu Samalanga.

Selain itu, ikut pula menyambut, Wakil Bupati Aceh Besar Waled Husaini, Abu Di Lam Kawe, Abi Daud Hasbi, para teungku, pimpinan dayah, sertai ulama sepuh Aceh lainnya. “Assalamualaikum Waled,” sapa Surya Paloh saat bersalaman dengan Waled Nu.

Surya secara spontan langsung menyalami semua teungku, ulama, dan pimpinan dayah pondok pesantren yang telah hadir.

Setelah menggelar pertemuan dengan para ulama sepuh di Aceh, rombongan ketua umum partai pencetus gerakan perubahan restorasi Indonesia ini langsung bergegas menuju Masjid Baiturrahman untuk menunaikan salat Jumat berjemaah.

Setelah itu, Surya makan siang bersama partai lokal Aceh, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Aceh dan jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD). Santap siang itu juga dibarengi dengan dialog terbatas.

Selanjutnya Surya menyambangi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) untuk memberikan kuliah umum bertema Reformasi menuju restorasi.

Surya juga akan menyempatkan meninjau langsung pameran foto di Taman Sari. Terakhir, Surya diagendakan makan malam bersama pejabat eksekutif, legislatif, dan tokoh masyarakat se-Aceh. Mereka membahas isu perpanjangan otonomi khusus Aceh.

Di Pileg 2019 nanti, NasDem menargetkan 100 kursi di DPR. Hingga saat ini kuota bacaleg DPR dari NasDem mencapai 150%.

Sumber: Mediaindonesia.com/Ant

Posted by: Admin Transformasinews.com