Surat Keterangan Sakit Ratna Diduga Palsu, MAKI: Pelanggaran Serius Bila Benar

TRANSFORMASINEWS.COM, MUSI RAWAS

Ketidak hadiran Cabup Musi Rawas (Mura), Ratna Machmud pada debat publik Pilkada Mura yang disiarkan langsung oleh stasiun TVRI Sumsel, Sabtu (31/10/2020) karena sakit.

Ketidak hadiran Ratna berdasarkan surat keterangan dari RSMH yang ditanda tangani Dr. Y yang diduga Residen di FK Unsri.

“Bila surat keterangan sakit berjangka waktu 26 Oktober sampai dengan 10 Nopember 2020 memang betul ditanda tangani yang tidak berhak, maka ini suatu pelanggaran serius” ujar Deputy MAKI Sumsel Ir. Feri Kurniawan, Selasa (16/11/20).

“Bisa-bisa surat keterangan ini menjadi alat bukti pidana pemalsuan surat atau keterangan palsu”, ujar Feri kembali.

Apalagi bila Dr. Y tidak menandatanganinya, maka patut diduga ada oknum timses yang memalsukannya.

“Sampai sekarang sudah lebih 21 hari ibu Ratna dirawat di RSMH, dan sampai kapan kesembuhannya belum di ketahui,” ujar Feri.

Lanjut Feri, polemik Pilkada Mura sejatinya tidak perlu terjadi bila semua pihak transfaran tentang kondisi paslon. Menutup-nutupi suatu kondisi dengan dugaan keterangan palsu ataupun dokumen palsu bertendensi serius kepada paslon itu sendiri. Walaupun, seandainya perbuatan tersebut dilakukan oleh timses, namun tetap saja paslon yang bertanggung jawab.

“Karena timses didaftarkan ke KPU dan Bawaslu oleh paslon, maka apapun perbuatan timses, itu jadi tanggungjawab paslon yang memberi mandat. Sangat disayangkan bila perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh timses berdampak kepada paslonnya,” pungkas Feri.

Sementara itu, Transformasinews telah meminta tanggapan terkait dugaan permasalahan tersebut ke pihak KPU Musi Rawas dan Timses Ratna Machmud via WhatsApp, Selasa (17/11/20). Namun, hingga berita ini diterbitkan belum juga dijawab.

About Admin Transformasinews

"Orang yang mengerti itu mudah untuk memaafkan"

View all posts by Admin Transformasinews →