Sidang OTT Bupati Muara Enim, Jaksa Ungkap Aliran Suap ke Ketua DPRD, Kadis PUPR Hingga Ketua Lelang

Terdakwa Elfin MZ Muchtar dikawal polisi bersenjata menuju ruang sidang. (foto-ferdinand/koransn)

TRANSFORMASIEWS.COM, PALEMBANG – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (26/12/2019) mengungkap aliran uang suap 16 proyek pekerjaan jalan terkait aspirasi DPRD Muara Enim tahun 2019 dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Muara Enim, Ahmad Yani.

Hal tersebut diungkapkan JPU KPK Roy Riadi didampingi Riduan saat membacakaan dakwaan untuk terdakwa Ahmad Yani selaku Bupati Muara Enim Periode 2018-2023, dan terdakwa A Elfin MZ Muchtar selaku Kepala Bidang Jalan, Jembatan dan PPK Dinas PUPR Muara Enim dalam sidang perdana kedua terdakwa di PN Tipikor Palembang.

Dikatakan JPU KPK Roy Riadi, dalam perkara ini selain Bupati Muara Enim Ahmad Yani menerima uang fee dengan total Rp. 12.500.000.000 serta dua unit mobil jenis pick-up dan mobil minibus warna hitam. Untuk aliran uang suap diketahui jika uang fee dari kontraktor yang mendapatkan 16 proyek pekerjaan tersebut, yakni Robi Okta Fahlevi (terdakwa berkas perkara terpisah) juga diterima oleh Ketua DPRD Muara Enim Aries HB, Plt Kepala Dinas (Kadis) PUPR Muara Enim Ramlan Suryadi, dan Ketua Pokja Lelang Ilham Sudiono.

Dirincikannya, adapun jumlah total uang fee yang diterima Aries HB selaku Ketua DPRD Muara Enim, yakni Rp. 3.031.000.000. Semua uang ini diiterima Aries secara bertahap terdiri dari; 1 Mei 2019 Aries HB menerima uang Rp. 2 miliar dari Robi Okta Fahlevi di rumah Aries di Kota Palembang.

“Kemudian pada 23 Juli 2019 Aries HB menerima uang Rp 1 miliar yang terdiri dari uang dalam bentuk mata uang rupiah sebesar Rp.500 juta, dan mata uang dollar Amerika Serikat setara dengan Rp. 500 juta.

Semua uang itu diterima Aries di rumahnya di Muara Enim. Selain itu tanggal 1 Agustus 2019 di salah satu hotel di Jakarta, Aries menerima fee dari Robi dalam bentuk mata uang RRC, yaitu Yuan yang nilainya setara dengan Rp. 31 juta,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, sedangkan Plt Kepala Dinas (Kadis) PUPR Muara Enim, Ramlan Suryadi menerima uang fee dengan total Rp. 1.115.000.000 yang penyerahan uangnya juga dilakukan secara bertahap, dengan rincian; pada 14 Desember 2018 di Citra Grand City Cluster Sommerset, Ramlan menerima uang dari Robi sebesar Rp. 500 juta, lalu 24 April 2019 bertempat di Citra Grand City cluster Sommerset menerima kembali uang fee Rp. 500 juta.

Selanjutnya 1 September 2019, Ramlan menerima uang yakni USD 3000, Rp. 60 juta serta HP seharga Rp. 15 juta.

Dilanjutkannya, kemudian untuk Ketua Pokja Lelang, Ilham Sudiono menerima uang fee dari Robi Okta Fahlevi dengan total Rp. 1.510.000.000. Uang ini juga diterima secara bertahap, terdiri dari; pada 29 Januari 2019 bertempat di rumah Robi Okta Fahlevi Citra Grand City Cluster Orchrad A5 01 Palembang dengan nilai uang yang diterima oleh Ilham Sudiono sebesar Rp. 600 juta.

“Lalu, pada 17 Mei 2019 uang senilai Rp. 150 juta diterima Ilham Sudiono, yang selanjutnya pada 24 Mei 2019 uang senilai Rp. 500 juta, 26 Juli 2019 uang senilai Rp. 10 juta, dan 12 Agustus 2019 uang senilai Rp. 250 juta,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakannya, sementara untuk total uang suap fee yang diterima terdakawa A Elfin Mz Muchtar dari Robi Okta Fahlevi yakni Rp. 1.510.000.000. Dimana uang ini juga diterima secara bertahap oleh A Elfin Mz Muchtar.

“Bukan hanya itu, 25 Anggota DPRD Muara Enim juga menerima bagian uang fee dengan nilai total sebesar Rp. 4.850.000.000. Selain itu atas persetujuan terdakwa Ahmad Yani, terdakwa A Elfin MZ Muchtar juga memberikan uang fee kepada Juarsah selaku Wakil Bupati Muara Enim sebesar Rp. 3 miliar,” tandas JPU Roy Riadi.

Sumber: koransn.com (ded)

Posted by: Admin