Rekayasa Lalin Antisipasi Kemacetan

ANTARA/Wahyu Putro A

TRANSFORMASINEWS.COMJAKARTA. PEMERINTAH memastikan pengamanan Asian Games 2018 menggunakan standar internasional.Untuk itu, pengamanan melibatkan banyak pihak dan dengan sistem yang diyakini bisa mengantisipasi berbagai ancaman.

Untuk mengetahui sistem pengamanan event olahraga empat tahunan ini, Media mewawancarai Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Berikut petikannya:

Bagaimana proses pengamanan acara pembukaan  Asian Games 2018?
Melibatkan personel hampir 8.000 personel TNI, Polri dan segenap unsur lain. Kemudian kami juga punya cadangan kalau terjadi kontigensi.Semua wilayah juga saya perintahkan untuk mengamankan wilayah masing-masing di seluruh Indonesia, termasuk di polda dan polres-polres lain yang ada di Jakarta agar mengamankan daerah masing-masing.

Teknis pengamanannya bagaimana?
Kami sudah buat sistem ring. Kemudian ring satu, dua, tiga, empat ring dan nanti sudah ada koordinasi dengan Inasgoc (Panitia Asian Games 2018). Panitia sudah melakukan seleksi, nanti diperkirakan 20 hingga 30 ribu orang yang hadir di acara itu karena tempat itu sebagian akan dipakai untuk ornamen-ornamen, termasuk dari panitia. Kemudian nanti ada mobilisasi atlet dari wisma atlet Kemayoran mulai dari Sabtu siang sampai dengan sore menuju GBK menggunakan bis. Nah itu otomatis ada rekayasa lalin (lalu lintas) nantinya agar dampaknya tidak akan menimbulkan kemacetan tempat itu.

Rekayasa lalu lintasnya nanti bagaimana?
Selama acara akan ada rekayasa lalin, pengalihan arus, tidak ada kendaraan kecuali VVIP yang masuk ke Kompleks GBK, yang lain akan parkirnya di luar dan jalan. Selesai acara, nanti akan ada mobilisasi kembali menuju ke Kemayoran, juga kita lakukan pengamanan dan pengawalan serta rekayasa lalin. Demi kepentingan bersama, mohon pengertian pengguna jalan, ketika ada rangkaian lewat diberikan prioritas.

Terkait rencana kontigensi untuk mengantisipasi gangguan keamanan lain sejauh ini kesiapannya bagaimana?
Saya kira cukup siap. Termasuk kalau ada kontigensi, kami juga siap planA, plan B dan seterusnya. Kami juga memiliki satgas gabungan monitoring di command centre gabungan dari Polri yang ada di Polda Metro Jaya (PMJ), TNI, pemda,  serta pihak terkait pemadam kebakaran. Kita menggunakan CCTV. Untuk GBK sendiri hampir 600 CCTV untuk meng-cover venue-venueyang lain yang ada di PMJ. Serta yang ada di masyarakat ada lebih, hampir 400 CCTV. Ada dua command centre di Senayan dan PMJ.

Ada pesan untuk masyarakat terkait pelaksanan Asian Games?
Jadi mudah-mudahan insya Allah kami mohon dukungan semua pihak, seluruh bangsa Indonesia untuk mengangkat citra bangsa Indonesia.Bukan hanya pemerintah atau pihak tertentu, karena kita semua saling mendukung berkontribusi dan sekaligus berdoa supaya semua berjalan dengan baik, dan bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang maju dan aman.Serta mampu menggelar pesta besar sekelas Asian Games.

Sumber:   mediaindonesia.com 

Posted by: Admin Transformasinews.com