Proses Anggaran Hibah Masjid Bermasalah, “Pemberi, Penerima dan Legislatif Berpotensi Juga Jadi Tersangka”

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG – Penyidikan dugaan korupsi dana hibah pembangunan masjid Sriwijaya dengan saksi anggota DPRD Sumsel mengungkap carut marut proses penganggaran dana hibah ini. Anggota Banggar dan anggota komisi – komisi terkait berbeda pendapat terkait pembahasan dana hibah ini di DPRD Sumsel.

Apa yang dinyatakan mantan Ketua Banggar dan Ketua DPRD Sumsel, semua telah sesuai SOP patut di pertanyakan kebenarannya. Apa ada rapat pembahasan dana hibah masjid Sriwijaya atau langsung dirapatkan di paripurna tanpa proses di banggar atau komisi terkait.

“Polemik ini harus disudahi dengan menetapkan fihak yang terkait kebijakan, pambahasan dan pertanggung jawaban dana hibah menjadi tersangka”, menurut MAKI Sumsel. “Unsur perbuatan formil dan materil tindak pidana korupsi sudah dinyatakan penyidik dengan menetapkan 2 tersangka dan apa hanya mereka berdua yg melakukan”, kata Feri kembali.

“Kasihan dengan Mukti dan Nasuhi ditetapkan menjadi PJ Gubernur dan PJ Ketua DPRD Sumsel dengan hanya mentersangkakan mereka berdua”, ucap Feri selanjutnya. “Semua proses penganggaran tanggung jawab mereka berdua adalah sangat tidak fair dan kurang masuk logika”, kata Deputy MAKI Sumsel.

“Pernyataan Ketua DPRD menyatakan semua sesuai SOP menjadi tanda tanya karena Mukti dan Nasuhi bagian dari SOP itu”, imbuh Deputy MAKI Sumsel Feri Kurniawan.

Masih melanjutkan pendapatnya “Saya pribadi atas nama umat muslim meminta dengan sangat agar yang bersalah dalam hal apapun harus jadi tersangka dan tidak peduli siapa dia, nak ponakan Presiden, Gubernur, Walikota/Bupati dan lain2nya termasuk orang berpengaruh sekalipun dan termasuk kalau ada cucu Fir’aun harus jadi tersangka tapi kalau takut maka tutup saja perkara ini biar sidang di akhirat”, pungkas Deputy MAKI Sumsel. (Ril-Fb/A.Ar)