Polri Siap Amankan Asian Games

TRANSFORMASINEWS.COMJAKARTAPESTA olah raga terbesar di Asia hari ini dimulai. Event Asian Games yang diselenggarakan hingga 2 September di Jakarta maupun Palembang serta Banten, Jawa Barat, menjadi momen penting bagi Indonesia karena melibatkan ribuan atlet maupun ofisial dari berbagai negara di Asia.

Karena sangat penting, penyelenggaraan Asian Games untuk yang kedua kalinya di Indonesia wajib memberlakukan sistem pengamanan secara maksimal.

Karena itu, Indonesia harus memberlakukan sistem pengamanan Asian Games sesuai dengan standar internasional yang telah ditetapkan Dewan Olimpiade Asia (OCA) dan Komite Paralimpiade Asia (APC).

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian menyebutkan sekitar 40 ribu personel polisi bertugas melakukan pengamanan di empat wilayah kepolisian daerah (polda) tempat berlangsungnya Asian Games. Yakni Polda Metro Jaya, Banten, Jawa Barat, dan Sumatra Selatan (Sumsel). Pengamanan Asian Games juga melibatkan TNI.

“Polri sudah stand by di empat polda dan wilayah sekitarnya. Asian Games ini bukan hanya untuk TNI, Polri, dan Inasgoc (Panitia Penyelenggara Asian Games) saja.Bukan hanya untuk pemerintah dan daerah tertentu saja. Ini mempertaruhkan nama bangsa. Oleh karena itu, seluruh bangsa Indonesia, semua bahu membahu menjaga keamanan.Jangan sampai ada peristiwa yang memalukan bangsa. Kalau persoalan bangsa, kita harus bersatu,” ujar Kapolri.

Kapolri juga mengungkapkan terkait kejahatan-kejahatan konvensional seperti street crime yang amat diwaspadai. Menurut dia, sebulan sebelum pelaksanaan Asian Games, Polri sudah menggelar Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) untuk memberantas street crime seperti begal, jambret, dan copet di berbagai daerah.

Dalam operasi tersebut telah ditangkap lebih dari 2.000 penjahat, sekitar 700 orang di antaranya ditahan, dan 15 orang terpaksa dilakukan tindakan tegas dan terukur karena melawan petugas serta mengancam keselamatan orang lain.

“Selain itu, fokus perhatian kita juga pada persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di Sumsel dan Jambi. Kita bergerak proaktif memantau titik api,” kata Tito.

Titik kerawanan lainnya adalah kemacetan di Jakarta. Terkait hal ini, katanya, akan terus dilakukan simulasi, serta koordinasi dengan pemda dan semua stakeholder.

Untuk itu, Polri akan memperbanyak pos pengamanan yang diawaki masyarakat yang bisa berbahasa inggris, seperti di mal, wisma atlet, dan venue. Juga ada pos komando gabungan untuk pusat komando yang diawaki TNI, Polri, dan semua stakeholder.

Untuk memperlancar jalannya acara pembukaan, Polri menyiapkan hingga 8 ribu personel untuk mengamankan wilayah GBK dan sekitarnya. “Sekitar 8 ribu personel akan kita siapkan untuk pengamanan opening ceremony, Sabtu nanti mulai pukul 12.00 WIB anggota sudah siap,” ujar Kapolri.

Untuk mensterilkan wilayah GBK, polisi akan berlakukan buka tutup di beberapa ruas. Bahkan, kendaran juga tidak boleh masuk ke kawasan Senayan, agar acara berjalan lancar.Tamu VVIP saja tidak boleh masuk menggunakan mobil ke GBK.

Polri juga akan menempatkan sejumlah personel di beberapa objek vital menjelang perhelatan Asian Games 2018.

Antisipasi terorisme
Ancaman paling besar dalam penyelenggaraan Asian Games, menurut Kapolri adalah terorisme. Karena itu pengamanan ketat antara lain dengan menggunakan sistem ring. Pada pertandingan yang melibatkan banyak massa seperti sepakbola, pengamanan dilakukan tidak hanya satu atau dua ring saja.

Terkait kejahatan terorisme, katanya, polisi terus melakukan penangkapan. Pascabom Surabaya beberapa waktu lalu hingga kini sudah lebih dari 200 orang teroris ditangkap, 21 orang terpaksa dilakukan tindakan tegas dan terukur karena melawan petugas serta mengancam keselamatan orang lain. “Meski terorisme kita waspadai, namun kita tidak perlu takut dengan ancaman terorisme,” ujar Kapolri.

Untuk pengamanan di Palembang, Polri bekerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) untuk mendeteksi bahan kimia yang kerap digunakan untuk aksi terorisme. Terorisme bisa berbentuk kimia, jadi Polri bekerjasama dengan Badan Atom Nasional untuk menentukan ada bahan kimia atau tidak.Pelatihan deteksi bahan kimia tersebut sudah dilakukan sebanyak dua kali.

Terkait peralatan pendeteksi bahan kimia, Polda Sumsel juga mendapat bantuan dari Mabes Polri.Peralatan tersebut juga dilengkapi dengan pembersih bahan kimia.

Di samping itu, Polda Sumsel juga memiliki beberapa alat pendeteksi bahan kimia yang akan melakukan pengamanan di 27 sektor venue di Palembang, antara lain di Jakabaring, mal-mal dan beberapa hotel seperti Aryaduta, Arista, dan Novotel.

Pengamanan Asian Games di Palembang melibatkan 8.078 personel Polri dan 800 anggota TNI. Khusus di Kota Palembang, disiagakan 7.500 personel gabungan TNI-Polri yang disebar di beberapa titik kerawanan mulai dari bandara, lokasi akomodasi peserta, venue dan lokasi tempat wisata.

Terkait penataan lalu lintas,  Polda Sumsel sudah berkoordinasi dengan Pemkot Palembang agar tidak ada kendaraan parkir di jalur utama dan jalur strategis dari dan ke Jakabaring. Untuk menertibkannya, polisi akan melakukan sweeping.

Sudah terpasang juga 600 unit CCTV yang bisa dipantau secara online, sedangkan khusus di wilayah Kota Palembang ada 360 unit. Kamera pengintai ini antara lain ditempatkan di lokasi-lokasi seperti simpang jalan perkantoran atau objek vital lainnya atau di kawasan Jakabaring.
Terkait ancaman karhutla, pada 3 Agustus lalu TNI dan Polri juga menggelar apel bersama penanganan kebakaran hutan dan lahan di Palembang. Bahkan, kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, sebanyak 400 personel TNI dan Polri telah siaga di rumah-rumah penduduk yang tersebar di 55 desa di Sumsel. Mereka bertugas memantau titik api dan langsung bergerak memadamkannya jika ada kebakaran hutan.

“Di sana sudah dipasang alarm untuk deteksi kebakaran, jika ada kebakaran, alarm langsung berbunyi dan langsung dilakukan upaya pemadaman. Petugas juga menyiram lahan gambut agar tetap basah dan tidak terbakar,” kata Panglima.

Upaya mengatasi karhutla, lanjut Panglima, juga dilakukan TNI dengan memodifikasi cuaca.Caranya dengan menangkap ekor siklon dari Filipina dengan pesawat khusus, diarahkan ke Indonesia, sehingga bisa memunculkan hujan untuk membasahi gambut di Sumsel.Dengan strategi ini, sejak 30 Juli lalu hingga kini sudah beberapa kali turun hujan.

Sumber:   mediaindonesia.com 

Posted by: Admin Transformasinews.com