Polisi Ungkap Kaitan Buku Merah dalam Kasus Basuki Hariman

MI/ARYA MANGGALA

TRANSFORMASINEWS.COMJAKARTA. DIREKTUR Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Adi Deriyan mengungkapkan perihal buku merah yang menjadi salah satu barang bukti dalam kasus korupsi impor daging yang melibatkan Basuki Hariman.

“Buku merah terkait kasus Basuki Hariman, urusan permasalahan adanya tidak pidana gratifikasi dalam lelang daging. Kemarin ada namanya muncul namanya buku merah, saya sebenarnya tidak tau buku merah itu buku apa tetapi coba saya jelaskan, itu berisi catatan adalah Kumala Dewi atas suruhan Basuki Hariman,” kata Adi, Rabu (10/10), di Polda Metro Jaya, Jakarta.

Menurutnya, berdasarkan pengakuan Kumala Dewi, ia melaksanakan setiap perintah Basuki Hariman untuk menulis mencatat di buku tersebut.

“Nah jika catatan itu benar atau tidak, kuncinya ada di Basuki Hariman. Jadi Basuki Hariman sudah kita periksa dan minta klarifikasi,” sebutnya.

Jadi Basuki Hariman menyebutkan catatan yang ada dalam buku itu semata-mata untuk kepentingan dirinya. Katanya, dari keterangan Basuki, tidak ada urusan penyerahan gratifikasi sesuai dalam buku catatan.

“Kenapa dia catat, tujuannya adalah untuk kepentingan dirinya. Kaitannya dalam perusahaan untuk mengurangi laba perusahaan, jika laba perusahaan kurang dampaknya bonus perusahaan juga kurang. Itu tujuan kenapa dia mencatat dalam buku merah tersebut,” terangnya.

Pihak kepolisian juga, telah mendalami bahwa uang-uang itu untuk kepentingan dirinya dan digunakan untuk apa saja sudah dilakukan break down.

“Jadi kaitan dengan buku catatan itu, tidak ada inline-nya dengan pengunaannya. Itu hanyalah inisiasi Basuki Hariman sendiri, ya tadi tujuannya untuk kepentingan dirinya untuk mengurangi laba dan akhirnya mengurangi bonus pada karyawan,” paparnya.

Ia menegaskan, itu berdasarkan keterangan yang bersangkutan dalam berita acara yang sudah dimasukkan. Oleh karena itu, tidak ada kaitan yang disebutkan dalam meme yang beredar.

Sebelumnya, Basuki Hariman divonis tujuh tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada 28 Agustus 2017. Ia terbukti menyuap Hakim Mahkamah Konstitusi, Patrialis Akbar, sebesar lebih dari 70 ribu dolar. Hakim juga memvonis sekretaris Basuki, Ng Fenny lima tahun penjara.

Sumber: mediaindonesia.com

Posted by: Admin Transformasinews.com