Pergantian Tahun Identik Poyah-Poyah, Allah Tidak Menyukainya

TRANSFORMASINEWS.COM, PALI

Sudah bukan menjadi rahasia umum lagi, malam pergantian tahun identik dengan kehidupan yang poyah-poyah dan menghambur-hamburkan uang. Bahkan, tidak sedikit orang yang rela merogoh kocek dalam jumlah besar hanya untuk merayakan malam pergantian tahun baru.

Mereka ada yang sekedar bepergian ke luar kota, luar negeri, melakukan pesta kembang api hingga minum-minuman keras yang berujung mendekat pada kemaksiatan.

Ironisnya, hal ini bukan hanya dilakukan oleh individu-indivindu, terkadang instansi pemerintahan juga turut memfasilitasi acara-acara pergantian tahun yang dibungkus dengan pesta rakyat atau pesta kembang api.

Konon, harga kembang api atau petasan untuk memeriahkan malam pergantian tahun bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah, bahkan bisa mencapai miliaran loh!. Apalagi bila mengundang artis-artis papan atas ibu kota.

Tentunya hal tersebut sayang bukan? apalagi hanya untuk peristiwa singkat satu malam, mengingat ada banyak saudara-saudara kita yang hidupnya masih susah dan memerlukan uluran tangan.

Masih banyak saudara-saudara kita yang untuk makan saja masih susah, masih banyak saudara-saudara kita yang bila hujan atap rumahnya masih mengalami kebocoran.

Akan lebih elok dan bermanfaat lagi jika pergantian tahun diisi dengan kegiatan-kegiatan yang positif dan bernuansa islami, seperti mengundang penceramah dan pengajian sebagai perilaku kita untuk muhasabah diri (introspeksi diri) atas apa yang kita buat selama kurun satu tahun terakhir, terutama kewajiban kita sebagai manusia untuk beribadah kepada yang menciptakan.

Allah SWT juga tentunya tidak menyukai sesuatu yang berlebih-lebihan. Apalagi hal tersebut dapat menjerumuskan pada kemaksiatan.

Allah berfirman:

Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon kurma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya), dan tidak sama (rasanya).

“Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah. Dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” [Al-An’am 6:141]

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan & minumlah, & janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” [Al-A’raf 7:31]

“Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus. [Al- Maidah 5:77]

Rasulullah SAW bersabda,

“Janganlah kamu memberat-beratkan dirimu sendiri, sehingga Allah Azza wa Jalla akan memberatkan dirimu. Sesungguhnya suatu kaum telah memberatkan diri mereka, lalu Allah Azza wa Jalla memberatkan mereka.

“Sisa-sisa mereka masih dapat kamu saksikan dalam biara-biara & rumah-rumah peribadatan, mereka mengadakan mengada-adakan rahbaniyyah (kerahiban) padahal Kami tidak mewajibkannya atas mereka.” [HR. Abu Dawud].

*Artikel ini katagori opinion disertai dengan dalil-dalil Al-Qur’an diambil dari berbagai sumber.

About Admin Transformasinews

"Orang yang mengerti itu mudah untuk memaafkan"

View all posts by Admin Transformasinews →