Perbaikan Jalan Mubazir Kalau Truk Batubara Masih Melintas

TRANSFORMASINEWS, MUARA ENIM.– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muara Enim, Kasman MA kembali bersuara lantang dan mengkritik masih banyaknya lalu lalang angkutan batubara dari Kabupaten Lahat melintasi jalan umum menuju Palembang. Bahkan, perbaikan jalan lintas dianggap mubazir, jika angkutan batubara masih seenaknya melintas.

“Sekarang ini kondisi jalan lintas dari Muara Enim menuju Palembang, banyak yang rusak. Kemacetan hampir terus terjadi setiap hari hanya gara-gara truk batubara. Kalau ada rencana pemerintah, baik pusat maupun provinsi ingin memperbaiki jalan lintas, saya menganggap mubazir saja, percuma hanya menghabiskan uang negara kalau angkutan batubara masih bebas melintas di jalan umum,” tegas Kasman, Selasa (7/4/2015).

“Kalau ingin diperbaiki dan bermanfaat untuk masyarakat, angkutan batubara tidak boleh lagi melintasi jalan umum. Menurut saya, angkutan batubara stop melintas di jalan umum, sebab tidak ada manfaatnya sama sekali untuk masyarakat,” sambung politisi asal Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini.

Keinginan tidak ada lagi angkutan batubara melintasi jalan umum, kata Kasman, merupakan aspirasi dari masyarakat. Sudah banyak masyarakat mengeluhkan angkutan batubara, mulai dari kemacetan yang sering terjadi setiap hari, kecelakaan yang menyebabkan korban jiwa, hingga jalanan dipenuhi debu batubara dan jalan lintas yang rusak.

“Sekarang ini menurut saya dengan banyaknya angkutana batubara, Muara Enim ini sudah dalam darurat. Sekarang ke Palembang tidak bisa lagi ditempuh dengan waktu 3-4 jam, bahkan bisa berangkat pagi datang pagi lagi kalau sedang terkena macet panjang,” keluh Kasman.

Masih kata Kasman, saat ini masyarakat menunggu janji Gubernur Sumsel bahwa jalan khusus angkutan batubara akan segera beroperasi, yang informasinya April ini sudah bisa digunakan. Apalagi setahun lalu, gubernur sudah meninjau langsung jalan khusus batubara. Harapannya jangan hanya sekedar janji-janji, pengusaha yang menikmati hasilnya dan masyarakat dikorbankan hanya untuk kepentingan pribadi oknum tertentu.

“Sesekali pejabat Sumsel, saat turun ke Muara Enim lewat jalan darat, jangan menggunakan helikopter. Biar bisa merasakan kemacetan dan rusaknya jalan di Kabupaten Muara Enim. Bayangkan, jalan dalam kota Muara Enim saja dalam kondisi rusak,” papar dia.

“Jadi menurut saya, selagi angkutan batubara bebas melintas. Perbaikan jalan hanya percuma dan pemborosan menghabiskan uang negara saja. Sebab setelah diperbaiki, seminggu atau sebulan kemudian akan rusak lagi, penyebabnya tidak lain oleh angkutan batubara,” pungkas Kasman.

Sementara itu, Udi (35) warga Kelurahan Pasar III Muara Enim juga mengeluhkan kondisi jalan lintas Muara Enim menuju Palembang yang rusak, kerusakan jalan tersebut diakuinya memang disebabkan oleh maraknya angkutan batubara.

“Memang sudah tidak layak lagi angkutan batubara melintasi jalan umum, sebab hanya merugikan masyarakat mulai dari kemacetan hingga kecelakaan yang menyebabkan korban jiwa. Pihak provinsi dan pihak terkait, harus tegas jangan hanya dibiarkan saja angkutan batubara bebas melintas,” keluh Udi.

Sumber:(BeritAnda/Ar)

Leave a Reply

Your email address will not be published.