Pengamat Politik: Mundurnya Kader Senior yang Juga Ketua DPD PAN PALI Isyarat Ada Persoalan Internal

TRANSFORMASINEWS.COM- Pengamat Politik Sumsel, Fatkurohman S.Sos., menilai, mundurnya kader senior yang juga Ketua DPD PAN PALI, Darmadi Suhaimi mengisyaratkan adanya persoalan internal di tubuh partai.

“Mengenai keluarnya Darmadi Suhaimi dari PAN, saya belum tahu persis menjadi penyebab. Jika tokoh sentral PAN PALI yang pernah mengejutkan Pilkada PALI 2020 lalu ini benar mundur dari PAN mengisyaratkan ada persoalan internal Parpol. Dan ini sangat disayangkan jelang pemilu,” ujar Direktur Wilayah Sumsel Public Trust Institute itu, pada Transformasinews.com, Minggu, 1 Januari 2022.

Namun, dalam dinamika politik Indonesia termasuk di Sumatera Selatan sudah tidak aneh lagi tokoh politik keluar masuk partai politik.

“Apalagi dengan pola Sistem pemilu dengan proporsional terbuka saat ini, fatsun ideologi parpol tidak lagi menjadi pedoman, yang terpenting bisa terpilih dan mendapatkan kepercayaan (trust) dari masyarakat dimanapun parpol bernaung”, ulas pria yang akrab disapa Bung FK itu.

Maka tidak heran, jika di dalam parpol tidak mendapat tempat yang strategis, para tokoh potensial lebih memilih keluar atau mungkin pindah parpol untuk bisa eksis atau mendapatkan kesempatan lebih baik dalam Karir politik.

“Menjelang Pileg dan Pilkada 2024 semua pihak tentu sudah berkalkulasi tentang masa depannya, dinamika mundurnya tokoh politik dari parpol menjadi hal yang lumrah”, ucapnya lagi.

Lanjutnya, secara tegas, ini menjadi kelemahan pemilu dengan sistem proporsional terbuka, ideologi parpol menjadi kurang bermakna karena siapapun bisa mundur atau pindah parpol yang lebih berpeluang kepada karir personal dengan modal sosial personal yang dimiliki.

“Hal inilah membuat isu kembali ke sistem tertutup terus mengemuka yang kini ditolak para penggiat demokrasi yang dinilai lebih menguntungkan para tokoh elit parpol”. timpalnya.

Kedepan, parpol seharusnya lebih menguatkan ideologi parpol dengan merawat para tokoh potensial.

“Ideologi dan tokoh potensial inilah menjadi modal untuk menghadapi pemilu akan datang”, Fatkurohman mengakhiri.

About Admin Transformasinews

"Orang yang mengerti itu mudah untuk memaafkan"

View all posts by Admin Transformasinews →