Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya Mengkrak Kasus Naik Tahap Penyidikan Kejati

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG – Kejati Sumsel, Kamis (21/1/2021) menaikan status penyelidikan dugaan kasus korupsi proyek pembagunan Masjid Sriwijaya yang pembangunannya sempat mangkrak ke tahap penyidikan. Demikian dikatakan Kasi Penkum Kejati Sumsel, Khaidirman.

Dijelaskannya, dengan dinaikannya perkara tersebut ke tahap penyidikan maka untuk pihak yang akan dipanggil dan diperiksa oleh Kejati statusnya yakni saksi.

“Karena sudah penyidikan maka kita akan segera memanggil dan memeriksa para saksi dalam dugaan kasus korupsi proyek pembagunan Masjid Sriwijaya ini,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, selain memeriksa saksi-saksi pada tahap penyidikan ini Jaksa Penyidik Kejati Sumsel juga akan mengumpulkan barang bukti guna mengungkap dugaan tindak pidana yang terjadi termasuk untuk mengungkap tersangkannya. Seperti yang dilansir media koransn.com.

“Selain itu, dalam proses penyidikan ini nantinya Jaksa Penyidik juga akan meminta keterangan dari para ahli,” katanya.

Dilanjutkannya, sedangkan untuk audit kerugian negara tentu nanti juga akan diajukan Kejati Sumsel kepada instansi yang berwenang.

“Instansi tersebut, yakni BPK atau BPKP. Jadi pengajuan audit penghitungan kerugian negaranya juga kita lakukan di tahap penyidikan ini,” tandasnya.

Sebelumnya, Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, Zet Tadung Allo telah mengatakan, jika saat ini pihaknya tengah mendalami dugaan pidana dalam proyek pembagunan Masjid Sriwijaya yang pembangunannya sempat mangkrak tersebut.

Dijelaskannya, perkara mengkraknya pembagunan Masjid Sriwijaya awalnya ditangani oleh Intel Kejati Sumsel. Kemudian beluma lama ini barulah penanganan perkara tersebut dilimpahkan ke Jaksa Penyidik Pidana Khusus Kejati Sumsel.

“Dilimpahkannya penanganan perkara tersebut dari Intel ke Kejati karena Intel berkesimpulan agar perkara tersebut diselidiki oleh kita selaku
Bidang Tindak Pidana Khusus. Oleh karena itu saat ini kita masih mendalaminya,” ungkapnya.

Sedangkan Kasi Penyidikan Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumsel, Hendri Yanto sebelumnya juga telah menegaskan, jika dalam waktu dekat pihaknya akan menaikan status penyelidikan dugaan pidana dalam proyek pembagunan Masjid Sriwijaya yang berlokasi di Jakabring ke tahap penyidikan.

Dijelaskannya, dalam perkara ini pihaknya mengusut dugaan pidana korupsi terkait anggaran pembagunan Masjid Sriwijaya tahun 2015 dan tahun 2017.

“Jadi, pada perkara ini tahun 2015 dan tahun 2017 lalu Pemprov Sumsel memberikan dana hibah untuk pembagunan Masjid Sriwijaya, inilah yang kini sedang kami lakukan penyelidikan,” pungkasnya saat itu. (ded/Aar)