“Pemakzulan Ana Zamzami” Malangnya Nasib Kaum Perempuan Indonesia

Ana Zamzami-Dok.Istimewa

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG – Pemakzulan “Septiana Zuraida” yg diduga dilakukan oleh oknum di Lembaga Administrasi Negara (LAN) berakibat tidak dilantiknya Septiana Zuraida alias Ana Zamzami menjadi Widyaswara Pemprov Sumsel. Pemakzulan ini didasari surat LAN ke Gubernur Sumsel tertanggal 18 Desember 2020.

Anehnya sebelum pemakzulan Ana Zamzami yg juga Ibunda Rizky Aprilia PDIP, posisi Widyaswara yg harusnya di tempati Ana Zamzami diduga telah di isi oleh calon Widyaswara lainnya. “AY” pejabat Kadis di Pemprov Sumsel diduga menggantikan posisi Ana Zamzami untuk di lantik menjadi Widyaswara.

Di konfirmasi ke “AY” kapan test uji kompetesi, dijawab AY, “test 3 Des 2020”. Selanjutnya di tanyakan pula Apakah dapat rekomendasi dari Gubernur, AY menjawab singkat, “ini Ya”. Terkait masalah kelulusan dan rekomendasi dari Lembaga Administrasi Negara, AY kembali menjawab singkat, “koordinasi ke bpsdm pak”.

Selanjutnya di koordinasikan dengan bagian Panpel Cawid N, Apa ada tes tgl des 2020 atas nama AY didapat jawaban, “Maaf dengan Bapak siapa sy berbicara?”. Kemudian N balik bertanya “ada apa ya Pak tiba2 tanya?.

Untuk konfirmasi lanjutan N tidak lagi menjawab konfirmasi. Menjadi tanda tanya kenapa sebelum surat LAN ke Gubernur Sumsel tanggal 18 Desember 2020 dilakukan test uji kompentensi untuk AY tanggal 3 (tiga) Desember 2020.

Konfirmasi ke Ana Zuraida terkait rekomendasi LAN kepadanya didapat jawaban, ” Ayuk test tanggal 12 Nopember 2020 dan nurut Ayuk mungkin itu test terakhir tahun 2020 dan biasanya LAN melakukan uji kompetensi sekitar bulan Pebruari tahun berikutnya”, timpal Ana Zamzami. Selanjutnya Ana Zamzami menyatakan, “apa karena saya seorang perempuan maka saya di tolak menjadi Widyaswara dan apa salah saya”, ucap Ana tersedu – sedu.

“Tolong dek tanyoke ke LAN apo salah ayuk Ni, apo maksud ketentuan lain itu dan kalau ayuk salah tolong jelaskan”, ucap Ana dengan terbata – bata. “Kemano lagi Ayukni harus betanyo”, pungkas Ana Zamzami tersedu sedan.

Deputy MAKI Sumsel “Ir Feri Kurniawan” kembali angkat bicara terkait rekomendasi LAN yg tidak merekomendasi Ana Zamzami menjadi Widyaswara walaupun telah lulus test uji kompetensi. “Nasib perempuan Indonesia memang terkadang miris dan memilukan seperti nasib pejuang pendapatan negara menjadi TKI di Timteng, nyawa dan kehormatan menjadi taruhannya”, kata Deputy MAKI itu.

“Koordinator MAKI Mas Boyamin sampai – sampai ke Malaysia menemui Sity Aisah yang dituduh turut serta melakukan pembunuhan kepada adik tiri Kim Jong Un yaitu Kim Jong Nam di Malaysia dan itulah nasib para perempuan Indonesia saat ini, akan selalu kalah bila tidak mempunyai pengaruh secara politis”, ucap Deputy MAKI selanjutnya.

“MAKI akan berupaya membantu ibu Ana Zamzami untuk mendapatkan keadilan, mewakili MAKI saya akan berkirim surat ke Komisi II DPR RI, Komnas Perempuan, LAN, BPSDM Sumsel terkait maksud “ketentuan lain” di dalam rekomendasi LAN ke Gubernur Sumsel tanggal 18 Desember 2020″, ujar Feri Deputy MAKI Sumsel.

“Jangan hanya karena laporan yg belum tentu ada kebenarannya, seorang perempuan Indonesia yg berintegritas dan mempunyai kemampuan memajukan daerahnya menjadi korban isue yang belum tentu benar”, pungkas Feri mengakhiri pendapatnya.

Konfirmasi ke Kepala BPSDM Sumsel “Tarbiyah” didapat jawaban, kalau kami di BPSDM hanya membuat permohonan saja atas permintaan ASN yang ingin menjadi Widyaiswara dan masalah urusan permohonan ke Gubernur itu tupoksinya BKD”, ucap Tarbiyah.

“Untuk usulan “AY” yang menjadi Widyaiswara dan rekomendasi Gubernur kepadanya, BPSDM tidak mengetahuinya”, pungkas Tarbiyah.

Sementara itu dari Panpel LAN, N dan D tidak ada jawaban sama sekali saat di konfirmasi terkait pemakzulan “Ana Zuraida”. (Ril/Red)