OTT di Jambi Terkait Uang Ketok Palu Rp.6 Miliar

MI/ARYA MANGGALA

TRANSFORMASINEWS.COM, JAMBI. KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan empat orang tersangka dari kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) di Provinsi Jambi dan Jakarta pada Selasa (28/11). Dalam penindakan tersebut KPK mengamankan total sebanyak 16 orang, 12 orang di Jambi dan 4 orang di Jakarta.

Wakil Pimpinan KPK Basaria Panjaitan mengemukakan dari 12 orang itu KPK membawa empat orang ke gedung KPK Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut pada Rabu (29/11). Sedangkan untuk yang lainnya akan dibawa ke Jakarta esok hari karena keterbatasan penerbangan.

Keempat orang tersebut adalah Supriono (SUP), Ketua Harian DPW PAN Jambi sekaligus Ketua Fraksi PAN dan Anggota Banggar DPRD Jambi. Lalu, Saipudin (SAI), Asisten Daerah Bidang III Pemprov Jambi; Nurhayati (NUR), anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat yang juga istri Saipudin; dan Arfan (ARN) Plt Kepala Dinas PU Provinsi Jambi.

“Hingga saat ini tim KPK masih berada di Jambi dan direncanakan sejumlah saksi juga masih akan dibawa ke Jakarta,” terang Basaria dalam konferensi pers di Gedung KPK Jakarta, Rabu (29/11).

Basaria menjelaskan tim KPK mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa akan ada pertemuan antara Supriono dan Saipudin pada pukul 14.00 di salah satu restoran di Jambi disertai penyerahan uang dengan menggunakan ‘kode undangan’. Transaksi diduga dilakukan di dalam mobil Saipudin karena Supriono terlihat meninggalkan kendaraan dengan kantong plastik hitam.

“Tim KPK langsung mengamankan Supriono dengan barang bukti kantong plastik hitam berisi uang Rp.400 juta,” ujar Basaria.

Tim KPK juga bergerak ke rumah SAI dan kemudian mendapatkan uang sebanyak Rp.1,3 miliar. Diduga uang itu akan di berikan ke anggota DPRD lainnya terkait pengesahan RAPBD 2018. Sekitar pukul 19.00 malam Tim KPK kemudian mengamankan Arfan di rumah pribadinya dan mengamankan dua koper uang Rp3 miliar dari lokasi.

Sedangkan dari Jakarta tim KPK mengamankan 4 orang yakni AMD kepala Perwakilan Provinsi Jambi, ASL (swasta), WRL, Kadis Perhubungan dan EWM Plt Sekda Jambi. Keempatnya langsung dibawa ke Gedung KPK malam itu juga.

“Konstruksi perkaranya, diduga agar anggota DPRD bersedia hadir untuk pengesahan APBD 2018. Sebelumnya diduga anggota DPRD tidak mau hadir karena tidak ada jaminan (uang) dari pihak Pemprov. Untuk memuluskan proses pengesahan itu diduga telah disepakati ‘uang ketok’,” ujarnya.

Total uang yang diamankan tim penyidik KPK sebesar Rp.4,7 miliar. Namun Saipudin diduga telah memberikan ke sejumlah fraksi sejak pagi sebesar Rp.700 juta dan pemberian kedua di hari yang sama sebesar Rp600 juta. Dengan begitu diduga total uang di dalam kasus ini Rp6 miliar.

Dari pemeriksaan dan gelar perkara KPK kemudian menetapkan empat orang sebagai tersangka. Sebagai penerima adalah Supriono. Adapun diduga sebagai pemberi ialah Erwan, Plt Sekretaris Daerah; Arfan, dan Saifudin.

Basaria menjelaskan tim masih mendalami pengembangan terkait keterlibatan kepala daerah dengan kasus ini. Menurutnya kasus ini masih tahap awal sehingga sangat mungkin ada pengembangan.

Sumber: Mediaindonesia (X-12)

Posted by: Admin Transformasinews.com