MAKI Tantang PTBA Debat Terbuka Secara Live Dengan Protokol Kesehatan

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG

Laba PTBA saat Said Didu menjabat komisaris mencapai Rp5,02 triliun. Menurut Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Sumsel, hal itu merupakan suatu pencapaian yang prestisius.

“Pengambil alihan saham perusahaan swasta, sewa Floating Crane, selisih pengangkutan, dana reklamasi pasca tambang, aliran dana CSR, biaya-biaya non bugeter, bagi hasil tambang, pengadaan barang jasa dengan kesepakatan. Dan terakhir audit keuangan dengan auditor yang sama terus menerus merupakan potensi penyimpangan”, kata Deputy MAKI Sumsel, Ir Feri Kurniawan, Rabu (02/06/21).

Baru-baru ini Direksi PTBA berucap menantang pihak yg menuduh penyimpangan di PTBA untuk adu argumen dengan alat bukti. Menurut Feri, hal ini arogan dan sok bersih.

“Mewakili MAKI, saya ajak debat terbuka dihadiri semua elemen masyarakat di Muara Enim, Lahat dan Nasional terkait kinerja PT Bukit Asam live dengan protokol kesehatan”, kata Deputy MAKI Sumsel dengan nada tinggi.

Muhammad Said Didu angkat bicara terkait pencopotannya dari posisi Komisaris PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Dimana, ia mengaku diberhentikan karena akan memotong nilai kontrak Rp1 triliun terhadap kontraktor yang akrab dengan penguasa.

“Karena selalu dikatakan pecatan oleh buzzer, maka saatnya saya buka kenapa saya diberhentikan di PTBA. Penyebabnya karena saya minta potong nilai kontrak sebesar Rp1 triliun terhadap kontraktor yang dekat dengan kekuasaan,” terangnya di akun Twitter @msaid_didu, dikutip Rabu (2/6).

Saat menjabat Komisaris, ucap Said Didu, laba PTBA bisa mencapai Rp5,02 triliun. Angka itu adalah peningkatan drastis dari keuntungan sebelumnya, yakni Rp1,8 triliun. Padahal laba PTBA saat saya di sana naik Rp1,8 T ke Rp5,02 T,” ungkap Said Didu.

Said Didu diberhentikan dari jabatan Komisaris PTBA pada 2018 lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Direktur Utama PTBA, Arviyan Arifin menyatakan pencopotan Said Didu tidak dilakukan secara mendadak.

Seperti diketahui, masyarakat pegiat anti korupsi, yakni Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Perwakilan Sumatera Selatan (MAKI Sumsel) sedang inventarisir potensi kerugian negara di PT Bukit Asam 2006 sampai dengan saat ini.

“Nilai potensi kerugian negara dan salah peruntukan disinyalir mencapai triliunan rupiah dan juga terkait SP3 Kejagung masalah TSK mantan Direktur PTBA”, pungkas Deputy MAKI Sumsel.

MAKI Sumsel

About B S W

"Orang yang mengerti itu mudah untuk memaafkan" by B431

View all posts by B S W →