MAKI Sebut Hibah Masjid Sriwijaya Negara Berpotensi Rugi Rp130 Miliar

TRANSFORMASINEWS.COM, PALEMBANG

Polemik dana hibah ke Yayasan Pembangunan Masjid Sriwijaya masuk ke ranah hukum. Dana hibah yang diberikan oleh Pemprov Sumsel melalui APBD tahun 2016 dan 2017 sebesar Rp130 miliar.

Bagian intel Kejati Sumsel telah menyerahkan berkas dokumen terkait hibah itu ke bagian Pidsus Kejati Sumsel. Penyerahan ini diduga karena bagian intel memberi telaah adanya potensi pidana korupsi dalam penggunaan danah hibah ini.

Secara aturan perundangan tentang syarat pemberian dana hibah, maka penerima hibah bisa dikenakan pasal pidana korupsi karena adanya dugaan aturan perundangan yang dilanggar. Termasuk juga pertanggungjawaban hibah yang belum diserahkan pengurus Yayasan ke pihak Pemprov yang nantinya diaudit oleh BPK RI.

“Permendagri No. 32 tahun 2011 yang dirubah No. 39 tahun 2012 dinyatakan, bahwa penerima hibah bertanggung jawab formil dan materil terhadap penggunaan dana hibah”, kata Feri Kurniawan Deputy MAKI Sumsel.

“Dapat diartikan bahwa hibah untuk pembangunan masjid Sriwijaya tahun 2016 dan 2017 merupakan total lost sebesar Rp130 miliar karena belum ada pertanggungjawaban kepada Pemprov Sumsel”, timpalnya.

Inspektorat Sumsel selaku pengawas penggunaan anggaran APBD harusnya meminta pertanggung jawaban penerima hibah dan bukannya malah membuatkan pertanggung jawaban untuk penerima hibah.

“Salah kaprah inilah yang menjadikan polemik penggunaan dana hibah untuk pembangunan masjid Sriwijaya naik keranah hukum dan berpotensi menjadikan Ketua, Sekertaris dan bendahara Yayasan pembangunan Masjid periode 2016 dan 2017 menjadi pesakitan”, pungkas Feri.

Senada dengan pernyataan Deputy MAKI Sumsel, sumber dari Kejagung yang tidak ingin disebutkan namanya berucap hal yang sama. Kerugian negara dapat diartikan total losing karena belum di pertanggungjawabkan secara formil dan materil, menurut sumber itu.

About B S W

"Orang yang mengerti itu mudah untuk memaafkan" by B431

View all posts by B S W →