Kurva Penularan Covid Masih Tinggi,Pemda Diminta Stop Perjalanan Dinas Luar!

Pagar Alam – Masih tingginya angka penularan Corona Virus Deases (Covid 19) secara nasional dengan berbagai variannya wajib membuat seluruh masyarakat terus waspada.

Tak terkecuali kota Pagar Alam yang tercatat penambahan kasus penularan telah mencapai puluhan orang dalam waktu kurang dari 1 bulan.

Merespon kurva penularan yang masih tinggi pemerintah kota Pagar Alam gencar melakukan antisipasi seperti kegiatan vaksinasi massal bagi masyarakat.

Namun masih banyaknya orang yang skeptis terhadap vaksin maupun virus ini tak ayal berbagai upaya terlihat tidak efektif.

Seperti halnya yang di sampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) kota Pagar Alam Drs.Syamsul Bahri Burlian.Ia mengatakan pihaknya belum mengambil keputusan untuk menyetop perjalanan dinas pegawai keluar kota Pagar Alam untuk berbagai keperluan meski angka penularan Covid masih tinggi.

“Untuk pejalanan dinas luar, kami sesuaikan dengan prokes walaupun daerah tujuan berstatus zona merah seperti Jakarta,”ungkapnya (06/07)

Berbeda dengan Sekda,Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD kota Pagar Alam. Zifeni Amir menyatakan pihaknya mempertimbangkan untuk menyetop terlebiih dahulu perjalanan dinas keluar kota melihat situasi saat ini.

“Kami lihat urgensinya contohnya jelang pengesahan APBDP 2021 ini yang harus berkonsultasi ke Kementrian Keuangan jika memang bisa di lakukan secara virtual maka sebaiknya begitu,”ucapnya (06/07).

Terpisah Dinas Perhubungan (Dishub) kota Pagar Alam menyatakan belum ada rencana pembatasan jam operasional armada angkutan umum dari atau yang menuju ke pulau Jawa meski situasi saat ini Jakarta dan beberapa kota lain di pulau Jawa memberlakukan pembatasan dan pengetatan arus aktivitas dan mobilitas orang keluar masuk wilayah tersebut.Dikatakan Kadishub Novi Hendri pihaknya masih menunggu arahan dari Dirjend perhubungan darat prihal ini dan untuk sementara jam operasional angkutan umum dari atau menuju pulau Jawa tetap berjalan normal.

“Masih menunggu arahan dari pusat dan untuk saat ini armada AKAP di kota Pagar Alam belum ada pembatasan,”sampainya (06/07)

Sementara itu masyarakat berharap agar pemeritah kota menyetop perjalanan dinas aparatur pemerintahan daerah terutama menuju daerah yang saat ini bertatus zona merah atau hitam seperti Jakarta dan sekitarnya untuk mengantisipasi meningkatan angka penularan Covid 19 sebab di kawatirkan kemungkinan terjadi penularan virus yang terbawa oleh orang yang baru saja dari kota-kota tersebut (Jakarta dan sekitarnya_red) yang menulari warga Pagar Alam sementara si pembawa virus tetap terlihat sehat atau berstatus OTG (Orang Tanpa Gejala).

“Kami minta pemerintah baik eksekutif maupun legislatif berhenti dulu perjalana dinas ke luar kota,mari kita bersama-sama fokus memerangi Corona disini,”ucap salah seorang warga (06/07)

(Fix)