Kurang Pengawasan, Dugaan Penyebab Proyek RS Pratama Tahap V Menguap?

TRANSFORMASINEWS.COM, PALI

Ntah, sampai kapan realisasi pembangunan Rumah Sakit Pratama Tanah Abang, Kabupaten PALI akan terus dibangun. Pasalnya, tercatat hingga tahun 2019, realisasi lanjutan Pembangunan Rumah Sakit Pratama Tanah Abang sudah memasuki Tahap ke- V melalui leading sektor Dinas Perkim Kabupaten PALI.

Pekerjaan ini dilaksanakan oleh PT PNA berdasarkan Kontrak Nomor 028/035/SPK/DPKP/BL/V/2019 tanggal 7 Mei 2019 dengan nilai kontrak sebesar
Rp16.734.999.000,00. Pada pekerjaan ini, terdapat pekerjaan tambah kurang
dengan Adendum Kontrak Nomor 028/134/ADD/DPKP/BL/VIII/2019 tanggal 27 Agustus 2019.

Insert//.Rumah sakit Pratama Tanah Abang, PALI (Foto diambil sekitar tahun 2016 yang lalu)

Pekerjaan fisik telah dinyatakan selesai 100% dan telah diserahterimakan sesuai
dengan Berita Acara Serah Terima Pertama Pekerjaan/Provisional Hand Over (PHO) Nomor 600/028/BA-STHP/DPKP/2019 tanggal 3 Desember 2019.

Pembayaran atas pekerjaan tersebut telah direalisasikan sebesar
Rp16.734.999.000,00 atau 100%.
Namun, Informasi yang juga didapat, diketahui ada potensi anggaran menguap sebesar Rp172.973.625,00.

Pasalnya, dalam pengerjaannya terdapat kekurangan volume. Dimana, kuantitas pekerjaan yang terpasang kurang dari spesifikasi yang ditetapkan dalam kontrak.

Dugaan permasalahan itu terjadi, lantaran Kepala Dinas selaku Pengguna
Anggaran kurang melakukan pengawasan dan pengendalian atas pekerjaan fisik belanja modal di lingkungannya. Serta, PPK, PPTK dan Pengawas Lapangan masing-masing pekerjaan, kurang cermat dalam melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.

Kondisi tersebut, tentunya tidak sejalan dengan sejumlah peraturan yang ada. Seperti, Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, pada pasal 7 ayat (1) huruf f yang menyatakan, bahwa semua pihak yang terlibat dalam pengadaan barang/jasa mematuhi etika, antara lain menghindari dan mencegah
pemborosan dan kebocoran keuangan negara.

Pasal 17 ayat (2) yang menyatakan, bahwa penyedia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggung jawab atas pelaksanaan kontrak, b) kualitas barang dan jasa, c) ketepatan perhitungan kumlah atau volume, d) ketepatan waktu penyerahan.

Untuk diketahui, pekerjaan pembangunan Rumah Sakit Pratama Tanah Abang sudah dilaksanakan dan dimulai semenjak awal Kabupaten PALI berdiri atau sekitar tahun 2015 silam.

Mega proyek ini sempat dikabarkan mangkrak, hingga menjadi perbincangan hangat di kalangan publik PALI kala itu. Hal ini ditandai dengan telah tumbuhnya rerumputan yang sejajar dengan salah satu bangunan. Bahkan, wakil rakyat yang terhormat, kabarnya tempo dulu sempat berkunjung pada proyek yang mungkin saja realisasi pembangunannya akan sampai tahap ke-10.

Insert//.Salah satu bangunan RS Pratama Tanah Abang yang ditumbuhi rerumputan. Foto diambil sekitar tahun 2016

Sementara itu, hingga berita ini diturukan, belum ada pihak-pihak yang bisa dimintai tanggapannya terkait persoalan di atas. Lantaran, transformasinews merasa kesulitan untuk menghubungi dinas terkait.

About Admin Transformasinews

"Orang yang mengerti itu mudah untuk memaafkan"

View all posts by Admin Transformasinews →