Korupsi, Tipikor Sita Rumah Mewah Aiptu Dadang

rumah-mewah-aiptu-dadajg
SITA – Penyidik Tipikor Polda Sumsel ketika memasang plang penyitaan terhadap rumah milik Iptu D yang berada di Jalan Musyawarah Palembang, Senin (23/2/2015). Foto:TRIBUNSUMSEL/ARDIANSYAH

TRANSFORMASINEWS, PALEMBANG – Penyidik Tipikor Polda Sumsel terus melakukan penyidikan terhadap kasus dugaan korupsi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Samsat Lahat. Dari pengembangan yang dilakukan, penyidik akhirnya menyita rumah milik perwira pertama Aiptu Dadang yang bertugas di Samsat Lahat, Senin (23/2).

Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP Imran Amir, membenarkan adanya penyitaan rumah milik Aiptu Dadang yang berada di kawasan Gandus Palembang. Penyitaan yang dilakukan dengan cara menempel plang tanda penyitaan di dinding rumah.

“Yang bersangkutan diduga telah melakukan dugaan korupsi PNBP di Samsat Lahat. Selain itu, diduga juga ia telah melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TTPU) yang dibelikan rumah,” kata Imran ketika ditemui di ruang kerjanya.

Penyitaan yang dilakukan terhadap rumah cukup mewah yang dilakukan penyidik Tipikor Polda Sumsel, dengan tujuan untuk upaya menganti kerugian negara Rp 1,4 miliar.

Rumah cukup mewah milik Aiptu Dadang ini akan menjadi jaminan, bila dalam persidangan Aiptu Dadang tidak dapat mengganti kerugian negara, maka rumah tersebutlah yang akan disita untuk negara. Namun, pihaknya kini masih melakukan pemberkasan terhadap kasus ini dan bila sudah lengkap akan diserahkan ke pihak kejaksaan.

“Modusnya melakukan penggelapan dana PNBP, dana yang masuk tidak disetorkan kepada negara. Itu yang dia lakukan,” jelas Imran.

Ketika disinggung mengenai tersangka lain, menurutnya semantara ini tersangka masih tersangka tunggal yakni Aiptu Dadang yang bertugas di Samsat Lahat. Pihaknya akan terlebih dahulu memfokuskan diri untuk menyidik kasus ini hingga tuntas dan berkas dinyatakan lengkap dari jaksa.

Bila dinyatakan lengkap, maka baru akan dilakukan tahap kedua yakni menyerahkan berkas dan tersangka kepada pihak kejaksaan. Barulah, nanti fakta-fakta yang muncul di pengadilan bisa dilakukan pengembangan untuk membidik tersangka selanjutnya.

Sumber: (TRIBUNSUMSEL.COM)

Leave a Reply

Your email address will not be published.