Korupsi Heli, KPK Temukan Bukti Signifikan

IST/MI

TRANSFORMASINEWS.COM, JAKARTA. KPK fokus mendalami keterlibatan pihak swasta dalam kasus dugaan korupsi pembelian helikopter AgustaWestland (AW) 101. Bekerja sama dengan penyidik POM TNI, KPK telah menggeledah empat lokasi milik swasta yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

“Di kantor dan rumah pihak swasta di Bogor dan Sentul. Kita geledah bersama dan sprindik geledah memakai milik POM TNI. Di situ, kita temukan bukti bernilai signifikan untuk kepentingan penyelidikan dan perkara,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Senin (29/5).

Bukti-bukti yang didapat KPK bersama penyidik POM TNI, lanjut Febri, akan digunakan untuk memperkuat kontruksi kasus korupsi pembelian helikopter AW 101.

“Kita juga sudah periksa 13 orang sipil dan militer bersama. Ada pemeriksaan tim KPK dan TNI. Menggali informasi dan dituangkan dalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan) masing-masing,” ujarnya.

Seperti diberitakan, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengumumkan penetapan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembelian helikopter AW 101, yakni Marsma TNI FA selaku pejabat pembuat komitmen (PPK), Letkol Adm TNI WW selaku pemegang kas, dan Pembantu Letnan Dua (Pelda) SS yang menyalurkan dana pada pihak tertentu.

Ketiga tersangka diduga menyalahgunakan wewenang sehingga menimbulkan kerugian negara. Gatot mengatakan, dari hasil penyelidikan POM TNI, diduga terjadi penyimpangan yang dilakukan para pejabat yang ditunjuk dalam proses pengadaan. Hasil perhitungan sementara ditemukan kerugian negara sekitar Rp220 miliar dari nilai proyek Rp738 miliar.

Febri mengatakan, fokus pemeriksaan penyidik KPK ialah pihak swasta. Namun, tidak tertutup kemungkinan KPK memeriksa keterlibatan purnawirawan TNI yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

“Untuk subyek hukum militer mengacu pada kapan peristiwa terjadi. Saat pengadaan atau pengambilan keputusan, dia masih aktif atau enggak? Kalau masih aktif ya tunduk di hukum acara militer, kalau bukan bisa ke Tipikor,” jelasnya.

Sumber:Mediaindonesia.com (X-12)

Posted by: Admin Transformasinews.com