KMAKI: Diduga Pencairan Dana Pembangunan RSUD Sekayu Melanggar Kontrak

TRANSFORMASINEWS.COM-Kontrak pekerjaan pembangunan RSUD Sekayu senilai kurang lebih Rp150 miliar diduga dicairkan oleh PPK dan pengawas RSUD Sekayu tanpa persetujuan kontraktor pelaksana. Diduga ini terjadi karena kontraktor pelaksana meminjam perusahaan kepada pihak ketiga untuk memenangkan proyek RSUD tersebut.

Pencairan progres terakhir senilai Rp20 miliar yang harusnya ditanda tangani kuasa direktur yang meminjam perusahaan tersebut dicairkan tanpa sepengetahuan, persetujuan dan tanda tangan Kuasa Direktur. Menjadi tanda tanya kenapa pencairan ini bisa terjadi dan pastinya melibatkan KPA, PPK dan pengawas pekerjaan.

KMAKI angkat bicara terkait pencairan sisa kontrak ini, “ini merupakan tindakan yang melanggar klausal kontrak dimana terjadi perubahan no rekening yang tertuang di dalam kontrak kerja”, papar Bony Balitong Koordinator KMAKI pada Transformasinews.com.

Sementara itu, Deputy KMAKI Feri Kurniawan meminta hal tersebut harus diusut tuntas karena merupakan potensi tindak pidana korupsi karena yang RSUD mengalir kepada yang tidak berhak.

“Diduga terjadi pemalsuan dokumen kontrak berupa spesimen tanda tangan, No rekening dan tanda tangan dokumen progres fisik untuk lampiran SPM RSUD Sekayu”, papar Feri Kurniawan.

Perubahan rekening kontrak dan lain – lain harus seizin kuasa direktur penanda tangan kontrak bersama KPA dan PPK RSUD Sekayu.

“Terkait internal manajemen dan persoalan hutang ataupun masalah financial lainnya tidak ada kaitannya dengan kontrak antara Kuasa Direktur dan pihak manajemen RSUD Sekayu”, ujar Feri Kurniawan.

Pelanggaran kontrak merupakan tindak pidana korupsi sesuai makna pasal 5 (lima) undang – undang tipikor.

“APH harus menindak lanjuti secara hukum karena diduga telah terjadi pemalsuan dokumen yang menyebabkan uang negara di terima oleh pihak lain di luar kontrak kerja menggunakan uang negara”, imbuh Feri Kurniawan.

“Delik pidana korupsinya bisa mengacu ke pasal 2 yaitu unsur perbuatan memperkaya orang lain”, Feri Kurniawan mengakhiri.

About Admin Transformasinews

"Orang yang mengerti itu mudah untuk memaafkan"

View all posts by Admin Transformasinews →